Terungkap, Percakapan MBS Berniat Tembak Mati Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Percakapan Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman atau disapa MBS dengan pengawalnya terungkap membahas tentang niat MBS membunuh jurnalis Jamal Khashoggi dengan menembaknya.

    Pembicaraan MBS dengan pengawalnya, Turki Aldakhil terungkap dari laporan intelijen AS yang kemudian dikutip oleh pejabat asing dan media Amerika Serikat, seperti dilansir dari Sputnik News, Jumat, 8 Februari 2019.

     
    Baca: Tiga Dugaan Kesalahan Jamal Khashoggi di Mata Arab Saudi

    Pembicaraan MBS dan pengawalnya itu terjadi pada September 2017. MBS mengatakan jika Khashoggi tidak kembali pulang atau tidak dipaksa pulang ke Arab Saudi dari Amerika Serikat, dan tidak berhenti mengkritik pemerintah Saudi, maka MBS akan menembaknya.

    Laporan analis intelijen AS termasuk Badan Keamanan Nasional atau NSA menyimpulkan bahwa pangeran MBS menggunakan frase metafora untuk mengekspresikan niatnya membunuh Khashoggi kecuali dia pulang ke negaranya, Arab Saudi.

    MBS juga dalam pembicaraan itu telah menyampaikan keluhan kepada penasehatnya, Saud Qahtani mengenai meningkatnya pengaruh Khashoggi dan citra putra mahkota direndahkan sebagai reformis.

    Baca: Jaksa Agung Arab Saudi Akui Jamal Khashoggi Dimutilasi

    Qahtani memperingatkan bahwa segala tindakn putra mahkota menghadapi Khashoogi akan membuat amarah internasional, namun pangeran MBS mengatakan Riyadh tidak seharusnya peduli dengan reaksi internasional. MBS juga menentang langkah setengah-tengah.

    Pembicaraan MBS dengan pengawalnya merupakan hasil penyadapan dan ditranskrip oleh intelijen AS. The New York Times menyebutkan, pembicaraan ini terjadi pada bulan yang sama saat Khashoggi mulai menulis artikel-artikelnya, mengkritik pemerintahan Saudi di Washington Post.

    Menanggapi terungkapnya pembicaraan putra mahkota MBS dengan pengawalnya, NSA menolak menangggapi.

    Baca: Ini Peran 15 Terduga Pembunuh Sadis Jamal Khashoggi

    Jamal Khashoggi menghilang pada 2 Oktober 2018 setelah masuk gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Pada awalnya Arab Saudi membantah tentang keberadaan Khashoggi.

    Sekitar 2 minggu kemudian, Arab Saudi mengakui bahwa Jamal Khashoggi telah dibunuh dengan menyuntikkan cairan kimia ke tubuhnya dan memutilasi tubuhnya. Jasadnya kemudian dibawa keluar dari konsulat.

    Sebanyak 11 tersangka pelaku didakwa melakukan pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi. Putra mahkota MBS diduga terlibat dalam operasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang kemudian dibantah Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.