Jumlah Pengungsi Bertambah, Bangladesh Protes Myanmar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga mengungsi ke berbagai wilayah di negara bagian Rakhine pasca konflik bersenjata antara pasukan Arakan Army dan militer Myanmar, yang kembali berlangsung sejak Desember 2018. Terlihat ratusan anak-anak berkumpul di Desa War Taung, Kota Kyauktaw, negara bagian Rakhine, Myanmar. EPA via Myanmar Times

    Ribuan warga mengungsi ke berbagai wilayah di negara bagian Rakhine pasca konflik bersenjata antara pasukan Arakan Army dan militer Myanmar, yang kembali berlangsung sejak Desember 2018. Terlihat ratusan anak-anak berkumpul di Desa War Taung, Kota Kyauktaw, negara bagian Rakhine, Myanmar. EPA via Myanmar Times

    TEMPO.CO, Jakarta - Bangladesh memprotes Myanmar atas masuknya kembali pengungsi dari Rakhine akibat konflik bersenjata antara pasukan keamanan Myanmar dengan kelompok pemberontak yang bersenjata.

    Kementerian Luar Negeri Bangladesh melakukan protes dengan memanggil duta besar Myanmar pada Selasa larut malam, 5 Februari 2019.

    Baca: Myanmar Tuding Arakan Army Berlindung di Perbatasan Bangladesh

    Penjaga perbatasan Bangladesh melaporkan pengungsi telah menyeberangi perbukitan terpencil di distrik Bandarban di tenggara negara itu.

    Pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengungkapkan, para pengungsi merupakan etnis Budha di Rakhine dan kelompok etnis lainnya.

    "Jumlah meningkat. Beberapa orang telah menunggu di perbatasan dan mereka akan masuk. Kami telah menanyakan kepada mereka, Myanmar untuk mengambil langkah mendesak dan efektif, sehingga kekerasan dihentikan," ujar pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Bangladesh.

    Baca: Tekan Rohingya, Bangladesh Tawarkan Opsi Militer kepada Myanmar

    Bangladesh telah menangani sekitar 740 ribu pengungsi Muslim Rohingya yang masuk ke negara itu pada Agustus 2017 setelah terjadi operasi militer Myanmar di Rakhine mengejar kelompok yang dituding ekstrimis.

    Sebelumnya, Bangladesh telah menampung sekitar 300 ribu pengungsi Rohingya akibat persekusi di Rakhine.

    Pengungsi etnis Rakhine yang beragama Budha kini menyelamatkan diri ke Bangladesh setelah kelompok milisi Arakan Army melakukan serangan ke pos-pos polisi di perbatasan pada 4 Januari lalu.

    Baca: Dewan HAM PBB Siap Adili Myanmar atas Genosida Etnis Rohingya

    Pasukan keamanan Myanmar membalas serangan Army Arakan dan menewaskan 13 milisi.Jumlah pasti korban tewas akibat bentrokan bersenjata tidak diketahui karena lokasi itu dijaga ketat aparat.

    PBB melaporkan sedikitnya 5.200 orang telah meninggalkan rumah mereka menyeberang ke Bangladesh akibat kekerasan melanda Rakhine awal 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.