Imam Besar Al Azhar Minta Warga Muslim Rangkul Warga Kristen

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus pada pertemuan bersejarah dengan imam besar dari Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Senin, 23 Mei 2016, di Vatikan. REUTERS/Osservatore Romano Handout via Reuters

    Paus Fransiskus pada pertemuan bersejarah dengan imam besar dari Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Senin, 23 Mei 2016, di Vatikan. REUTERS/Osservatore Romano Handout via Reuters

    TEMPO.COAbu DhabiImam Besar Al Azhar, Ahmed Al Tayeb, menyerukan warga Muslim di Timur Tengah untuk merangkul komunitas Kristen lokal di negaranya masing-masing.

    Baca:

    Paus Fransiskus Haus Perdamaian, Menolak Perang di Timur Tengah

    Paus Fransiskus Tiba di Istana Kepresidenan UEA Dikawal Kavaleri

    Sheikh Tayeb mengatakan warga Kristen merupakan bagian dari bangsa dan bukan kelompok minoritas.

    “Kalian adalah warga negara dengan hak-hak penuh dan memiliki tanggung jawab,” kata Sheikh Tayeb, yang merupakan tokoh sentral dari Universitas Al Azhar seperti dilansir Reuters pada Senin, 4 Februari 2019.

    Sheikh Tayeb melanjutkan warga Muslim agar terus merangkul warga Kristen dimanapun. “Karena mereka adalah rekan sebangsa,” kata dia dalam pidato yang disiarkan langsung dari Founder’s Memorial, Abu Dhabi, UEA, yang juga dihadiri Paus Fransiskus.

    Baca:

    Paus sedang dalam kunjungan tiga hari sejak Ahad hingga Selasa, 5 Februari 2019. Dalam kunjungan ini, Paus menyuarakan penolakannya terhadap perang di Timur Tengah, baik Perang Yaman, Suriah, Irak dan Libya. Dia meminta umat manusia untuk menolak makna kata ‘perang’.

    “Persaudaraan kemanusiaan membutuhkan kita semua, sebagai perwakilan dari agama-agama di dunia, bertugas untuk menolak semua makna persetujuan dari kata ‘perang’," kata Paus seperti dilansir The National.

    Baca:

    Mengenai ini, Sheikh Tayeb mengatakan,”Kita semua telah setuju semua keyakinan bebas dari semua entitas bersenjata yang menimbulkan teror, apapun keyakinan, doktrin, atau ideologi yang mereka punya,” kata dia. “Mereka ini adalah kriminal, para pembunuh berlumur darah, dan agresor.”

    Atas upayanya memperjuangkan perdamaian dunia, pemerintah Uni Emirat Arab menganugerahkan keduanya penghargaan “Human Fraternity Award”, yang langsung disampaikan oleh Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed.

    Baca:

    Sheikh Tayeb juga meminta komunitas Muslim di negara-negara Barat untuk mengintegrasikan dirinya dengan negara tempat tinggalnya dan menghormati hukum setempat. Paus Fransiskus akan menggelar misa pada kunjungan hari ketiga di UEA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.