Perangi Polusi Udara Bangkok, Thailand Semprotkan Air Pakai Drone

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memakai masker ketika drone terbang dan menyemprotkan air selama operasi untuk mengurangi polusi udara di dekat Giant Swing dan Wat Suthat di Bangkok.[REUTERS]

    Seorang pria memakai masker ketika drone terbang dan menyemprotkan air selama operasi untuk mengurangi polusi udara di dekat Giant Swing dan Wat Suthat di Bangkok.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok drone, truk dan pesawat kecil menyemprotkan air untuk mengurangi polusi udara di sekitar ibu kota Thailand, Bangkok.

    Ini adalah hasil pertemuan antara pemerintah kota Bangkok dan para aktivis untuk membahas cara meningkatkan kualitas udara ibu kota.

    Baca: Polusi Udara, Masalah Pelik Negara-negara Asia

    Dikutip dari ABC News, 1 Februari 2019, polusi udara mencapai tingkat terburuk untuk kesehatan dan pada hari Rabu sekolah di ibu kota ditutup selama sepekan. Penduduk juga mulai mengenakan masker penyaring udara ketika keluar rumah.

    Gubernur Bangkok, Jenderal Polisi Asawin Kwanmuang, yang mendengar keluhan publik atas dampak kesehatan, mulai menyatakan "zona pengendalian polusi udara" di ibu kota. Selain itu, Asawin juga memberlakukan langkah lebih radikal dengan menutup sejumlah jalan dan membatasi emisi diesel, pembakaran di luar ruangan dan kegiatan konstruksi.

    Drone terbang dan menyemprotkan air selama operasi untuk mengurangi polusi udara di dekat Giant Swing dan Wat Suthat di Bangkok, Thailand.[REUTERS]

    Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha juga memerintahkan inspeksi ke pabrik-pabrik untuk menekan polusi yang mereka buang. Namun Prayuth mengatakan tindakan radikal mungkin tidak akan disetujui sejumlah pihak.

    Baca: Siasati Polusi Udara, Gym di Beijing Tawarkan Semprotan Oksigen

    "Untuk melarang kendaraan atau melarang kendaraan pada tanggal ganjil dan genap, akankah orang menerimanya? Jika kami menyediakan transportasi umum yang lebih banyak, apakah orang akan menggunakannya?" ujar Prayuth.

    Namun Prayuth lebih memilih meningkatkan efisiensi mobil dan mengalihkan sumber energi bus ke gas.

    Baca: Polusi Makin Parah, Cina Akan Pasang Alat Pemantau Emisi

    Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa asap dan kabut dari tetangga timur Thailand yang kurang berkembang, Kamboja, juga menuju ke Bangkok, menimbulkan sedikit eko-nasionalisme. Tetapi Departemen Pengendalian Polusi Thailand mengatakan tidak ada bukti yang mendukung teori ini. Namun, beberapa bagian Thailand utara menderita krisis polusi udara tahunan karena kebakaran akibat pembukaan lahan pertanian baru dan sebab-sebab lain di daerah pedesaan terpencil dan di tetangga lain, Myanmar.

    Drone terbang dan menyemprotkan air selama operasi untuk mengurangi polusi udara di dekat Giant Swing dan Wat Suthat di Bangkok, Thailand, 31 Januari 2019.[REUTERS]

    Gubernur Asawin mengakui bahwa drone bukan solusi jangka panjang, tetapi mengatakan ia berpikir setiap upaya dapat membantu. Pada konferensi pers, ia mengatakan para kritikus yang menyebut drone sebagai aksi yang tidak berarti akan mengkritiknya karena tidak melakukan apa-apa.

    Foto: Polusi Udara, Lebih dari 400 Sekolah di Bangkok Ditutup

    Asawin mengundang para pakar dan akademisi dari sektor swasta untuk berbagi ide untuk meningkatkan kualitas udara.

    Para kritikus mengatakan upaya pihak berwenang untuk memerangi polusi dengan menggunakan drone untuk menyemprotkan air tidak efektif.

    Baca: WHO: Polusi Udara Membunuh 7 Juta Orang per Tahun

    Direktur Greenpeace Thailand, Tara Buakumsri, mengatakan upaya ini akan berdampak psikologis pada penduduk kota, tetapi itu tidak akan meningkatkan kualitas udara. Tara mengatakan pemerintah Thailand harus menentukan sumber polusi udara di Bangkok dan membuat strategi jangka panjang untuk mengurangi emisi dari sumber-sumber tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.