Ini 3 Serangan Besar Kelompok Abu Sayyaf di Filipina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdullah Maute (kanan) bersama Isnilon Hapilon (tutup kepala kuning) yang diketahui sebagai pemimpin kelompok garis keras Abu Sayyaf di pulau Mindanao. AFP PHOTO/Philippine Army

    Abdullah Maute (kanan) bersama Isnilon Hapilon (tutup kepala kuning) yang diketahui sebagai pemimpin kelompok garis keras Abu Sayyaf di pulau Mindanao. AFP PHOTO/Philippine Army

    TEMPO.COManila – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menuding kelompok bersenjata Abu Sayyaf sebagai pelaku pengeboman Katedral Our Lady of Mount Carmel, yang menewaskan 21 orang dan melukai 100 orang lainnya di Jolo, Sulu, pada akhir pekan lalu.

    Baca:

    Militer Filipina Kejar Kelompok Abu Sayyaf ke Kota Patikul

     

    Kelompok ini telah beroperasi sejak 4 April 1991, yang ditandai dengan serangan granat di Zamboanga City. Serangan ini menewaskan 2 pendeta asal Amerika.

    Berikut ini sejumlah aksi teror yang dilakukan kelompok ini di Filipina:

    1. 21 Agustus 2017

    Sekitar 60 anggota kelompok Abu Sayyaf menyerbu penduduk di Kota Maluso, Pulau Basilan, dan menewaskan 9 orang serta melukai 10 orang lainnya. Milisi ini membakar empat rumah dan sebuah pusat layanan seperti dilansir Straits Times. Situs Stanford.edu mencatat kelompok yang didirikan oleh Abdurajak Abubakar Janjalani ini berusaha memerdekakan wilayah Mindanao dan mendirikan negara Islam. Janjalani pernah belajar di Timur Tengah seperti Arab Saudi, dan Libya.

    Baca:

    1. 3 September 2016

    Kelompok Abu Sayyaf dituding sebagai pelaku pengeboman di sebuah pasar di Davao City. Ledakan ini menewaskan 14 orang dan 7 lainnya terluka. Presiden Duterte menyebut serangan ini sebagai terorisme seperti dilansir situs Frontera.net.

    Baca:

    1. 29 Agustus 2016

    Sedikitnya 15 tentara Filipina tewas dan 5 orang lainnya terluka dalam baku tembak dengan kelompok Abu Sayyaf di Patikul, Sulu. Ini terjadi saat militer Filipina mengejar kelompok ini pada sekitar pukul 5 sore dan mendapat serangan balik dari kelompok Abu Sayyaf pimpinan Radullan Sahiro, seperti dilansir Rappler. Kota Patikul di Sulu dikenal sebagai basis kelompok ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.