Sekjen PBB dan Putra Mahkota Saudi Bertelepon, Bicara Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PBB Antonio Guterres (kiri) dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman. Reuters

    Sekjen PBB Antonio Guterres (kiri) dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman. Reuters

    TEMPO.COKairo – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, menerima panggilan telepon dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Selasa, 29 Januari 2019. Keduanya membicarakan sejumlah isu penting seperti mengakhiri perang di Yaman.

    Baca:

    Pembunuhan Jamal Khashoggi, PBB Tekan Arab Saudi

     

    Perang empat tahun di Yaman melibatkan kelompok Houthi, yang didukung Iran, melawan pemerintahan Yaman, yang didukung Arab Saudi. Konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang.

    “Sekretaris Jenderal PBB mengucapkan terima kasih atas dukungan Kerajaan Saudi sehingga tercapai hasil positif dalam dialog antara pihak-pihak di Yaman,” begitu dilansir Saudi Press Agency dan dikutip Reuters pada Rabu, 30 Januari 2019.

    Video:

    HAM PBB Serukan Investigasi Hilangnya Jurnalis Arab Saudi

     

    PBB berusaha menyelamatkan kesepakatan atar pihak di Yaman, yang tercapai pada Desember 2018. Misalnya, penarikan pasukan dari pelabuhan Hodeidah, yang menjadi pintu masuk untuk bantuan ke Yaman.

    Saat ini, pasukan Houthi mengontrol Hodeidah dan pasukan Arab Saudi mengepungnya. Kedua pihak belum bersepakat mengenai siapa yang bakal mengontrol kota dan pelabuhan pasca penarikan pasukan.

    Baca:

    Arab Saudi Perang di Yaman Direstui PBB dan Amerika Serikat

     

    Utusan PBB, Martin Griffiths, mengaku tenggat penarikan pasukan dari pelabuhan telah meleset. Dia meminta semua pihak menarik diri.

    Mengenai percakapan telepon itu, belum diketahui apakah Guterres juga membahas mengenai penunjukan investigator PBB, Agnes Callamard, yang menyelidiki kasus tewasnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

    Callamard memulai investigasi ini dengan datang ke Turki, yang menjadi lokasi pembunuhan Khashoggi di kantor Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Menurut Callamard, pemerintah Arab Saudi belum mengabulkan permintaannya untuk memasuki konjen di Istanbul dan menemui pejabat di sana.

    Baca:

    Dewan HAM PBB Ragukan Persidangan Kasus Jamal Khashoggi di Saudi

     

    Seperti dilansir Anadolu, tim pembunuh bentukan Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi diduga kuat sebagai pembunuh Khashoggi. Tim ini dikirim oleh Deputi Kepala Intelijen, Mayor Jenderal Ahmed Asiri, yang telah dicopot dari posisinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.