PBB: Venezuela Menahan 850 Demonstran

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Laporan PBB menyebut lebih dari 850 orang telah ditahan oleh pemerintah Venezuela pada rentang waktu 21 Januari dan 26 Januari 2019. Dari jumlah tersebut, 77 orang adalah anak-anak dan 12 remaja.

    Pada 23 Januari 2019, Venezuela disebut dalam laporan itu telah menahan 696 orang di penjuru Venezuela. Jumlah itu terbanyak dalam sejarah penahanan orang di Venezuela.

    Baca: Paus Fransiskus Khawatirkan Pertumpahan Darah di Venezuela

    Dikutip dari haaretz.com, Selasa, 29 Januari 2019, Juru bicara HAM PBB Rupert Colville mengatakan setidaknya 40 orang tewas dalam demonstrasi yang berujung ricuh menentang pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Dari jumlah tersebut 26 orang tewas ditembak aparat pro-pemerintah, lima orang tewas dalam sebuah penggeledahan serta 11 tewas dalam demonstrasi.

    Baca: Menlu Venezuela Tuding Amerika Pimpin Kudeta Terhadap Maduro

    Sebelumnya pada Senin, 28 Januari 2019, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada Petroleos De Venezuela S.A, sebuah perusahaan minyak BUMN Venezuela. Sanksi itu sebagai bentuk tekanan kepada pemerintahan Maduro karena Amerika Serikat diduga mendukung oposisi Venezuela.

    Dengan penjatuhan sanksi ini, maka Venezuela kehilangan akses pada salah satu sumber pendapatan terbesar dan pembekuan aset-aset milik Petroleos De Venezuela S.A yang bernilai sekitar US$ 7 miliar atau Rp 98 triliun. Venezuela adalah salah satu negara penghasil minyak terbesar di Amerika Selatan.

    "Kami harus terus mempublikasi tindak korupsi yang dilakukan Maduro dan kroni-kroninya. Tindakan kami hari ini untuk memastikan mereka tidak lagi memiliki aset-aset milik rakyat Venezuela," kata Penasehat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton.

    Beberapa jam setelah Gedung Putih mengumumkan penjatuhan embargo Presiden Maduro muncul ke publik dan menyebut tindakan Amerika Serikat itu tak bermoral dan sebuah perbuatan kriminal.

    Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat itu diikuti oleh sekitar 19 negara lainnya sebagai bentuk pengakuan terhadap Pemimpin Oposisi Venezueal, Juan Guaido. Venezuela saat ini menghadapi kondisi buruk dengan lumpuhnya perekonomian hingga membuat jutaan warga negaranya melarikan diri ke negara-negara tetangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.