Pertumbuhan Ekonomi Myanmar Melamban, Suu Kyi Bujuk Investor

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aung San Suu Kyi membuka KTT Investasi Myanmar 2019 di Nay Pyi Taw, ibukota Myanmar. [MYANMAR TIMES]

    Aung San Suu Kyi membuka KTT Investasi Myanmar 2019 di Nay Pyi Taw, ibukota Myanmar. [MYANMAR TIMES]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Myanmar mengalami perlambatan dan begitu juga dengan jumlah investasi asing atau FDI yang menurun dibandingkan tahun lalu.

    Menurut laporan Myamnar Times, Selasa, 29 Januari 2019, FDI jatuh diperkirakan sekitar 50 persen antara April dan Oktober 2018.

    Baca: Myanmar Masuk Daftar Kejahatan Perdagangan Manusia Amerika

    Sementara survei oleh sejumlah perusahaan Eropa Desember lalu menyebutkan tingkat kepercayaan bisnis telah jatuh dalam tiga tahun ini.

    Bulan ini, perusahaan riset Fitch Solutions mencatat perkiraan pertumbuhan ekonomi Myanmar pada 2019 sebesar 6,3 persen. Ini artinya lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar 6,6 persen.

    IMF mengatakan data tahun lalu mengindikasikan bahwa sejumlah investor asing menunda proyek-proyek yang sudah final disetujui hingga ada kejelasan mengenai bagaimana perkembangan situasi.

    Baca: Pemerintahan Aung San Suu Kyi Minta Militer Serang Arakan Army

    Bank Dunia pada Desember lalu memperkirakan GDP Myanmar jatuh menjadi 6.2 persen pada tahun fiskal 2018-2019 dari 6.9 persen di tahun sebelumnya.

    "Ini menunjukkan tingginya risiko sebagai dampak intensifnya krisis Rakhine di antara faktor-faktor lain sehingga berkontribusi pada melemahnya pertumbuhan," ujar Bank Dunia dalam pernyataannya.

    Untuk menarik minat investor asing yang akan menggerek naik pertumbuhan ekonomi, pemimpin de facto Myanmar, Aun San Suu Kyi untuk pertama kali menggelar konferensi Invest Myanmar Summit di Naypidaw, ibukota Myanmar pada hari Senin, 28 Januari 2019.

    Baca: Masih Dibayangi Militer, Myanmar Ingin Reformasi Konstitusi

    " Saya berdiri di sini untuk kembali memastikan komitmen kami untuk melanjutkan reformasi kami dan membangun lingkungan investasi yang besahabat," kata Suu Kyi saat membuka konferensi.

    Suu Kyi berusaha membujuk investor asing untuk berbisnis di Myanmar. Namun dia tidak menyinggung mengenai krisis Rohingya dan konflik bersenjata di sejumlah negara bagian yang disebut sebagai pemicu investasi asing meninggalkan Myanmar. Para investor selama ini mengkhawatirkan dampak dari konflik bersenjata yang panjang ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.