Bendungan di Brazil Jebol, Korban Hilang Naik Jadi 300 Orang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vale SA meminta maaf atas musibah jebolnya bendungan di kawasan pertambangan yang dikelola perusahaan itu. Jumlah korban hilang diperkirakan bertambah menjadi 300 orang. Sumber: edition.cnn.com

    Vale SA meminta maaf atas musibah jebolnya bendungan di kawasan pertambangan yang dikelola perusahaan itu. Jumlah korban hilang diperkirakan bertambah menjadi 300 orang. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Vale SA meminta maaf atas musibah jebolnya bendungan di kawasan pertambangan yang dikelola perusahaan itu di Brazil. Jumlah korban hilang diperkirakan bertambah menjadi 300 orang.

    Direktur Keuangan Vale SA Luciano Siani, mengatakan pihaknya melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. Selain terus melakukan upaya pencarian korban hilang, Vale SA juga menawarkan uang duka kepada keluarga korban dan membayar uang pajak lebih besar kepada pemerintah daerah.

    Vale SA juga berjanji membangun sebuah membran khusus untuk menyingkirkan lumpur dari sungai serta mengucurkan investasi yang lebih besar agar bendungan lebih aman.

    Baca: Bendungan di Brazil Jebol, 200 Orang Masih Hilang 

    Akan tetapi, penduduk kota Brumadinho yang wilayahnya hancur akibat musibah ini, tak begitu tergiur dengan kemurahaan hati Vale SA itu. Mereka masih trauma dan marah dengan jatuhnya korban jiwa dari musibah ini.

    Baca: Bendungan Jebol, 50 Ribu Warga Myanmar Mengungsi

    Vale SA meminta maaf atas musibah jebolnya bendungan di kawasan pertambangan yang dikelola perusahaan itu. Jumlah korban hilang diperkirakan bertambah menjadi 300 orang. Sumber: edition.cnn.com 

    Bendungan yang menampung limbah pertambangan Vale SA jebol pada Jumat, 25 Januari 2019. Air limbah itu dengan cepat menyapu semua yang dilaluinya. Tim pemadam kebakaran menyebut baru 65 jasadnya ditemukan, sedangkan 279 orang masih dinyatakan hilang.  

    Musibah jebolnya bendungan milik Vale SA pada Jumat lalu bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya peristiwa serupa terjadi pada 2015 yang sampai sekarang masih teringat dibenak banyak masyarakat Brazil. 

    “Vale sedang menghancurkan Minas Gerais. Kemarahan, kesedihan, semuanya campur aduk,” kata Robinson Passos, 52 tahun, yang kehilangan seorang sepupu dan teman-temannya di Minas Gerais, Brumadinho, Brazil. 

    Di lokasi kejadian, terlihat aparat kepolisian dan pemadam kebakaran Brazil membawa sejumlah jasad dari lautan lumpur yang sangat tebal. Jasad-jasad yang ditemukan itu diangkut dibawa oleh sejumlah helikopter dan dipindahkan ke beberapa truk untuk diantar ke kamar mayat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.