Michael Bloomberg Sebut Kepresidenan Donald Trump Sudah Tamat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konglomerat Michael Bloomberg, yang juga bekas wali kota New York untuk tiga periode. Reuters

    Konglomerat Michael Bloomberg, yang juga bekas wali kota New York untuk tiga periode. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Kandidat presiden potensial dari Demokrat Michael Bloomberg mengatakan kepresidenan Donald Trump tidak bisa tertolong dan berbahaya bagi negeri.

    Mantan wali kota New York menyebut penutupan pemerintahan parsial selama 35 hari sebagai kegagalan total kepemimpinan presiden, seperti dikutip dari ABC News, 26 Januari 2019.

    Baca: Trump Menyerah, Penutupan Pemerintahan Berakhir

    Miliarder itu mengatakan "gaya negosiasi Donald Trump adalah menipu orang-orang dan tidak peduli seberapa parah mereka terluka dan sekarang dia melakukan itu kepada rakyat Amerika".

    Presiden AS Donald Trump akhirnya menyerah pada Demokrat untuk mengakhiri penutupan pemerintahan setelah tarik ulur tawaran anggaran tembok perbatasan AS-Meksiko.

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar tentang keamanan perbatasan dan penutupan pemerintahan parsial AS dari Ruang Diplomatik di Gedung Putih di Washington, AS, 19 Januari 2019. [REUTERS / Yuri Gripas]

    Pada Jumat kemarin, memasuki hari ke-35, Trump meneken proposal anggaran yang diajukan oleh Senat Republik dan DPR Demokrat, seperti dikutip dari Reuters, 26 Januari 2019.

    "Sudah jelas bahwa presiden ini, pada titik ini, tidak bisa ditolong," kata Bloomberg, selama pertemuan Dewan Pengusaha Demokrat Northern Virginia.

    Ini adalah pernyataan Michael Bloomberg paling tajam terhadap Trump sejak dia menjadi anggota Demokrat tahun lalu.

    Baca: Paus Fransiskus Kembali Sindir Rencana Tembok Perbatasan Trump

    "Presiden bukanlah pekerjaan biasa. Terlalu banyak yang dipertaruhkan," kata Bloomberg. "Dan semakin lama kita memiliki CEO yang berpura-pura yang menjalankan negara ini dengan ceroboh, itu akan menjadi yang terburuk bagi perekonomian dan keamanan kita."

    Pernyataan Michael Bloomberg tersebut berulangkali mengingatkan bahwa pidatonya pada 2016 pada hari Jumat bahwa penutupan pemerintahan telah membuktikan bahwa prediksinya tentang Donald Trump adalah benar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.