Kisah Suami Istri di Malaysia Merawat 80 Kucing

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kucing. Sumber: unsplash/asiaone.com

    Kucing. Sumber: unsplash/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebaikan hati pasangan Rosli Ismail dan istrinya, Mariam Roin, pada kucing-kucing liar membuat basah hati publik Malaysia. Pasangan suami – istri ini, setiap hari rela mengeluarkan uang hingga RM 100 atau sekitar Rp 300 ribu untuk memberi makan sekitar 80 ekor kucing liar yang mereka rawat.

    Dikutip dari asiaone.com, Jumat, 25 Januari 2019, Rosli berprofesi sebagai pedagang buah. Bersama istrinya Mariam, setiap hari dia bangun tidur pukul 6 pagi untuk membeli 3 kilogram ikan untuk makanan kucing-kucing mereka yang dirawat di kediaman mereka di wilayah Alor Janggus, Malaysia.    

    Baca: Jakarta Kewalahan, Populasi Kucing 30 Ribu Ekor Tahun Ini 

    “Saya akan meminta seorang pelayan restoran agar menggoreng ikan-ikan yang kami beli sebelum diaduk dengan 2 kilogram nasi,” kata Rosli.

    Selain makanan, Rosli dan Mariam juga bermurah hati pada kucing-kucing liar peliharaan mereka dengan memberikan susu dan paket makanan khusus yang diberikan kepada anak-anak kucing yang kelaparan.

    Baca: Kucing Berjalan 19 Kilometer Cari Pemiliknya, Malah Dibuang dan..

    Kucing.

    Rosli menceritakan, mulai merawat 80 ekor kucing liar sejak 2 tahun lalu. Dia mengaku, tak tega setiap kali melihat kucing kelaparan atau diperlakukan sewenang-wenang. Bersama istrinya Mariam, mereka bercita-cita suatu hari nanti bisa membangun sebuah bisnis hotel khusus kucing.

    Kucing adalah jenis hewan mamalia karnivora. Masyarakat Mesir kuno biasa menggunakan kucing untuk membasmi tikus atau hewan pengerat lainnya dari lumbung penyimpan makanan. Sekarang ini, kucing telah menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.