Jepang Tawarkan Makanan Gratis Bagi Penumpang Komuter, Mengapa?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penumpang padat di satu jalur kereta komuter di Tokyo, Jepang. [CHANNEL NEWS ASIA]

    Suasana penumpang padat di satu jalur kereta komuter di Tokyo, Jepang. [CHANNEL NEWS ASIA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokyo Metro membuat terobosan mengatasi membludaknya penumpang komuter di jalur tertentu di Jepang dengan cara memberi makanan gratis bagi penumpang yang berangkat kerja lebih awal dan begitu juga saat pulang.

    Sekitar 7,2 juta orang menggunakan sistem transportasi komuter raksasa Tokyo setiap hari. Kepadatan penumpang di beberapa jalur sudah sangat buruk di saat jam kerja.

    Baca: Kereta terlalu cepat 20 detik, Jepang dilanda kehebohan -ya: 20 detik.

    Perusahaan yang mengoperasikan komuter di Tokyo membuat terobosan makanan gratis untuk penumpang di jalur yang paling parah kepadatan penumpang saat puncak jam kerja.

    Jika tawaran makanan gratis ini berdampak positif dengan sedikitnya 2 ribu pengguna komuter terangkut lebih awal dalam dua pekan ke depan, maka Tokyo Metro akan menawarkan makanan tempura grats untuk penumpang.

    Jika tawaran ini berhasil mengangkut lebih dari 3 ribu penumpang, maka makanan gratis yang diberikan secara gratis bertambah jenisnya, yakni soba dan tempura.

    Pemerintah metropolitan Tokyo berinisiatif menawarkan makanan gratis kepada penumpang komuter dalam dua minggu ke depan untuk mendorong pengguna komuter agar tidak berangkat atau pulang kerja pada puncak jam sibuk.

    Baca: Bginie Operator MRT Jepang Sukses Menggenjot Pendapatan Non-Tiket

    Kampanye pemerintah metropolitan Tokyo untuk berangkat dan pulang kerja lebih awal melibatkan sedikitnya seribu pengusaha yang mengizinkan karyawannya bekerja lebih awal dan pulang lebih awal dari sebelumnya. Bahkan dibolehkan memilih bekerja dari rumah.

    Jalur Tozai, jalur paling dipadati penumpang pada pagi hari dan sore hari merupakan target dari pemberian makanan gratis bagi penumpang.

    Komuter jalur Tozai mengangkut pekerja dari pinggiran kota Tokyo langsung ke Chiba, pusat bisnis metropolis terbesar di dunia.


    Baca: Mengintip Shinkansen, Kereta Cepat dari Jepang  

    "Kami berharap hal ini mendorong orang-orang untuk tetap menggunakan kereta lebih awal untuk membantu mengatasi situasi pada jam-jam sibuk," kata juru bicara Tokyo Metro, Takeshi Yamashita, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin, 21 Januari 2019.

    Selama puncak jam sibuk antara jam 7.50 pagi waktu setempat hingga 8.50 malam, lebih dari 76 ribu penumpang komuter melintasi jalur Tozai. Jumlah ini dua kali lipat dari ketersediaan kereta komuter yang didisain untuk memberi rasa nyaman bagi penumpangnya.

    Kapasitas kereta komuter yang terpakai setiap hari di jalur Tozai mencapai 199 persen. Ini artinya meski aman, namun penumpang komuter tentu tidak nyaman karena mereka saling berdesakan di dalam kereta sehingga sulit bergerak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.