Atlet Israel Dilarang Masuk Malaysia, Apa Kata Anwar Ibrahim?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim, di rumahnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Mei 2018. (AP Photo/Andy Wong)

    Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim, di rumahnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 17 Mei 2018. (AP Photo/Andy Wong)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anwar Ibrahim mengatakan larangan atlet Israel memasuki Malaysia adalah cara bagi negara untuk menyampaikan kepada Israel bahwa Malaysia menentang pendudukannya terhadap Palestina.

    Anwar Ibrahim, ketua umum PKR dan Anggota Parlemen Port Dickson, mengatakan sejak Israel mengabaikan tekanan dari komunitas internasional dan terus "menjajah Palestina", Malaysia memiliki hak untuk berbicara.

    Baca: Mahathir Tolak Terbitkan Visa Bagi 2 Atlet Renang Israel

    "Larangan terhadap atlet dianggap sebagai salah satu cara untuk menyampaikan posisi kuat kami kepada Israel atas pelanggaran mereka terhadap Palestina," kata Anwar, seperti dilaporkan dari The Star, 19 Januari 2019.

    "Itu adalah hak kami (untuk menyampaikan posisi kami). Mereka sepenuhnya mengabaikan tekanan dari masyarakat internasional. Saya pikir Kabinet dan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad telah membuat keputusan yang tepat," tambah Anwar.

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mendorong Malaysia agar menjadi masyarakat tanpa uang tunai. Gagasan ini bagian dari upaya untuk membuat tindak kejahatan korupsi semakin sulit. Sumber: Razak Ghazali/malaymail.com

    Sebelumnya Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menolak menerbitkan visa masuk bagi tim atlet renang warga Israel yang akan mengikuti World Paralympic Swimming Championship 2019 pada musim panas mendatang.

    "Tidak ada tempat bagi atlet Israel di Malaysia," kata Mahathir pada hari Kamis, 10 Januari 2019, seperti dikutip dari Middle East Monitor.

    Baca: 4 Pernyataan Mahathir Menyoal Israel

    Middle East Eye melaporkan, Malaysia menolak menerbitkan visa masuk bagi dua atlet renang Israel yang akan mengikuti World Paralympic Swimming Championship 2019 di Kuching dari 29 Juli sampai dengan 4 Agustus 2019.

    Menurut Mahathir, penerbitan visa bagi tim atlet Israel berarti bertentangan dengan hukum nasional karena Malaysia tidak mengakui Israel sebagai negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.