Cerita Anggota SAS Serbu Teroris dan Evakuasi Korban di Kenya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota SAS bersaa tentara Kenya mengevakuasi warga sipil dari gedung di Nairobi.[Mirror.co.uk]

    Anggota SAS bersaa tentara Kenya mengevakuasi warga sipil dari gedung di Nairobi.[Mirror.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota pasukan elit SAS Inggris yang membantu menyelamatkan warga dari serangan militan Al Shabab di kompleks perkantoran dan hotel di Nairobi, Kenya, dikeluarkan dari Kenya karena Inggris khawatir akan keselamatannya.

    Anggota SAS yang pernah berdinas di Suriah, tertangkap kamera ketika dia menyerbu kompleks bisnis Nairobi selama operasi pemberantasan lima teroris yang membunuh 21 orang.

    Baca: Aksi Heroik Anggota SAS Saat Menyerbu Teroris Al Shabab di Kenya

    Menurut laporan Mirror.co.uk, 18 Januari 2019, dia dilaporkan sedang berbelanja di kota ketika mendengar kabar serangan teroris. Kemudian dia mengambil perlengkapan tempurnya di belakang mobil sebelum ke lokasi kejadian.

    Petugas yang sedang bebas tugas itu mengenakan peralatan tempur dengan jeans kasual dan kaos ungu gelap, terlihat memasuki kompleks hotel dan bisnis Nairobi untuk menyelamatkan orang-orang sekitar.

    Aksi heroik anggota pasukan elit Inggris SAS saat mengevakuasi warga dari teror Al Shabaab di kompleks hotel dan perkantoran di Nairobi, Kenya.[REUTERS]

    Setelah operasi tersebut, dia dievakuasi dari Kenya karena berpotensi diincar oleh teroris.

    "Untuk keamanan jiwanya dia meninggalkan negara karena bisa saja dia dilacak. Keselamatannya sedang terancam," tulis laporan Daily Mail.

    Sekitar 700 lebih orang dievakuasi dari kompleks selama 20 jam pengepungan teroris.

    Baca: Al Shabab Serbu Hotel dan Pusat Bisnis Kenya, 15 Orang Tewas

    Personel SAS tersebut sedang berlatih dengan Pasukan Khusus Kenya. Pasukan lokal yang mengetahui personel SAS meminta bantuan untuk operasi antiteror.

    "Dia menyimpan perlengkapannya di mobil, ketika situasi memanas, dia kembali dan mengambil peralatannya sebelum ikut bertempur," kata Chris Ryan, veteran SAS.

    Tim penyelamat dan jurnalis mengevakuasi seorang lelaki yang terluka dari lokasi terjadinya aksi teror di kompleks hotel Dusit, di Nairobi, Kenya 15 Januari 2019. Aksi teror tersebut menewaskan satu orang dan delapan orang luka-luka. REUTERS/Njeri Mwangi

    "Ketika sampai di hotel, dia mulai mengkoordinir seluruh operasi, menginstruksikan kepolisian dan tentara," tambah Chris. "Kemudian dia pergi sendirian untuk menetralisir musuh dan menyelamatkan sandera. Aksinya menyelamatkan banyak nyawa dan menunjukkan jati diri pria ini, yang sangar berani dan siaga."

    Baca: Awal Seteru Kenya vs Al Shabaab  

    "Dua orang militan yang mengenakan ikat kepala merah tewas oleh tembakan di kepala dan dada," kata perwira polisi Kenya kepada Sky News."Setiap teroris yang membawa AK-47 dilumpuhkan."

    Seluruh militan Al Shabab dilaporkan tewas dalam operasi gabungan pasukan antiteror Kenya dan anggota SAS yang tidak diidentifikasi, pada Rabu petang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.