Berani Melawan Trump, Ini Sosok Ketua DPR Nancy Pelosi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi. Sumber: M. Scott Mahaskey/Politico

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi. Sumber: M. Scott Mahaskey/Politico

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi pada Rabu, 16 Januari 2019 bersuara lantang mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat atau shutdown. Protes Pelosi kepada orang nomor satu di Amerika Serikat ini membuatnya menjadi perhatian.

    Nancy Pelosi, 78 tahun, menduduki posisinya sebagai Ketua DPR Amerika Serikat pada awal Januari 2019. Ia terpilih setelah Partai Demokrat merebut kembali kontrol DPR pada tertengahan 2018. Dia mencetak sejarah Amerika Serikat sebagai perempuan pertama yang memegang posisi tersebut.

    Baca:  Riset: Perempuan di Pemerintahan Membuat Populasi Lebih Sehatz 

    Pelosi lahir dan besar dari keluarga politikus. Ayahnya pernah berkecimpung di Kongres dan pernah menjadi Walikota Baltimore selama 12 tahun. Kakak laki-lakinya juga pernah menjabat sebagai Walikota Baltimore. 

    Perjalanan politiknya dimulai secara perlahan sambil fokus membesarkan keluarganya. Ia mengawali karir politiknya dengan bergabung ke Partai Demokrat dengan menjadi relawan kampanye. Pada 1976 sampai 1996, posisinya naik menjadi anggota Komite Nasional Demokrat untuk wilayah California.

    Baca: Walk Out Saat Rapat Kongres AS, Trump Sebut Hanya Buang Waktu  

    Pelosi masuk ke level Kongres Amerika Serikat setelah memenangkan pemilihan khusus untuk Distrik Kedelapan California pada 1987. Posisi ini belum membuatnya berpuas diri. Pada 2002, ia terpilih sebagai Ketua Partai Demokrat di DPR. Selama masa jabatannya, ia membuka landasan baru bagi perempuan dalam panggung politik Amerika Serikat.

    Pelosi dikenal sebagai sosok yang vokal dalam mengkritik. Pada era pemerintahan Presiden George W. Bush, ia mengimbau agar dilakukan penarikan pasukan Amerika Serikat di perang Irak. Pelosi juga meminta agar dilakukan perluasan lapangan kerja, kenaikan gaji, dipermudahnya ke akses pendidikan tinggi dan fasilitas kesehatan yang terjangkau. 

    Pada awal masa jabatannya sebagai ketua DPR, tanpa takut dia melawan Presiden Trump. Pada Desember 2018, Pelosi bersama Ketua Senat Minoritas Chuck Schumer, mendatangi Trump di Gedung Putih untuk menyampaikan penolakan pembangunan tembok perbatasan Amerika Serikat - Meksiko. 

    Pelosi dan Trump saling mempertahankan sikap terkait rencana pembangunan tembok perbatasan ini sampai Trump memberlakukan shutdown. Vox mewartakan, 2019 diprediksi akan menjadi tahun perseteruan antara Pelosi dan Trump.

    NAURA NADY | BIOGRAPHY | VOX


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.