Dikritik Menteri, Super Model Brasil Angkat Bicara, Ini Katanya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Supermodel Brasil Gisele Bundchen. [BUSINESS INSIDER UK]

    Supermodel Brasil Gisele Bundchen. [BUSINESS INSIDER UK]

    TEMPO.CO, Jakarta - Super model Brasil, Gisele Bundchen membalas kritikan salah satu menteri di kabinet presiden baru terpilih Jair Bolsonaro lantaran dia menyebut Brasil negara perambah hutan.

    Bunchen yang dikenal sebagai aktivis lingkungan dan baru saja mendapat penghargaan dari UCLA Institute of the Environment & Sustainability, dikritik Menteri Agrikultur Tereza Cristina Dias untuk tidak berbicara buruk tentang Brasil tanpa mengetahui faktanya.


    Baca:  Contoh Supermodel Gisele Bundchen dan Gaya Hidup Sehat Keluarga

    " Ini mengagetkan saya menyaksikan nama saya disebut secara negatif lantaran membela dan berbicara tentang lingkungan, karena saya telah menjadi pendukung proyek-proyek dan terlibat dalam isu lingkungan-sosial sejak 2006," kata Bundchen melalui akun Twitter, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 17 Januari 2019.

    "Saya selalu mencari tahu dengan membaca dan menghubungi pakar, peneliti, petani, perusahaan, dan organisasi lingkungan," kata istri bintang sepakbola Amerika Serikat Tom Brady.


    Baca: Begini Cara Brasil Menjaga Hutan dari Penebangan Liar

    Dias menanggapi pernyataan Bundchen dengan mengucapkan terima kasih dan mengajaknya bekerja sama untuk memberangus perambahan hutan secara ilegal.

    Dias juga meminta Bundchen mempromosikan upaya-upaya keberlanjutan Brasil dan dua pertiga dari vegetasi asli Brasil telah dilestarikan daripada mengkritik Brasil.

    Tak lama kemudian, Dias melalui akun Twitter menawarkan Bundchen sebagai duta Brasil dalam upaya melestarikan hutan. Namun, Bundchen belum meresponsnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.