Trump Minta Hentikan Perang Tanpa Akhir, Ancam Turki

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) mengobrol dengan anggota pasukan AS di kota Darbasiya di Suriah di sebelah perbatasan Turki 29 April 2017. [REUTERS / Rodi Said]

    Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) mengobrol dengan anggota pasukan AS di kota Darbasiya di Suriah di sebelah perbatasan Turki 29 April 2017. [REUTERS / Rodi Said]

    TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam Turki dengan kehancuran ekonomi jika menyerang sekutu Kurdi di Suriah.

    Baca:

     

    Ancaman Trump ini melemahkan mata uang Turki dan memicu kritik balik dari Ankara. Mata uang lira melemah 1 persen menjadi 5.52 per dolar.

    Hubungan kedua negara anggota NATO ini menegang karena AS mendukung milisi Unit Perlindungan Rakyat YPG dari etnis Kurdi. Sementara pemerintah Turki menuding YPG merupakan perpanjangan dari Partai Pekerja Turki, yang terlarang dan dicap sebagai kelompok teroris terkait upaya memisahkan diri selama dua dekade terakhir.

    Baca:

     

    Trump mencuit pada Senin, 14 Januari 2019 soal penarikan pasukan AS dari Suriah sambil menyerang titik-titik tertentu lokasi kelompok ISIS.

    “Akan menyerang lagi dari basis terdekat jika mereka muncul lagi. Akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka menyerang Kurdi. Menciptakan zona aman 20 mil. Sebaliknya, tidak ingin Kurdi memprovokasi Turki,” kata Trump dalam cuitan di Twitter pada Ahad, 13 Januari 2019.

    Erdogan mengatakan pasukan Turki dan sekutunya di Suriah berada di 6 kilometer Afrin pusat. [Khalil Ashawi/Reuters]

    Trump berkicau bahwa Rusia, Iran dan Suriah merupakan negara-negara penerima manfaat terbesar dengan kebijakan jangka panjang AS menghancurkan ISIS di Suriah.

    Baca:

     

    “Kita juga mendapat manfaat tapi saatnya sekarang menarik pulang pasukan kita. Hentikan PERANG TANPA AKHIR!”

    Cuitan itu mendapat tanggapan dari juru bicara Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. “Pak @realdonaldtrump Sebuah kesalahan fatal untuk menyamakan bangsa Kurdi Suriah dengan PKK, yang masuk dalam daftar teror AS, dan cabangnya di Suriah yaitu PYD/YPG,” Ibrahim Kalin lewat cuitan di Twitter.

    Baca:

     

    Kalin melanjutkan,”Teroris tidak bisa menjadi mitra dan sekutu Anda. Turki mengharapkan AS menghormati kemitraan strategis dan tidak ingin hubungan ini dibayangi oleh propaganda teroris,” kata Kalin, yang baru saja bertemu dengan penasehat keamanan Trump yaitu Joh Bolton, pada pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.