Umur 5 Tahun, Ini Anak yang Jadi Transgender Termuda di Inggris

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jayden Rogers, 5 tahun, mendadak jadi perhatian masyarakat Inggris ketika mengumumkan ingin mengganti identitas kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan. Sumber: dailymail.co.uk

    Jayden Rogers, 5 tahun, mendadak jadi perhatian masyarakat Inggris ketika mengumumkan ingin mengganti identitas kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan. Sumber: dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Jayden Rogers, 5 tahun, mendadak jadi perhatian masyarakat Inggris ketika dia menjadi transgender termuda di negara itu. 

    Jayden yang terlahir seorang laki-laki dan telah bertekad mengganti identitas kelaminnya menjadi perempuan. Publik dibuat semakin kaget saat mengetahui ayah Jayden juga seorang transgender yang mengubah identitasnya dari perempuan ke laki-laki. 

    Bapak dan anak ini, sekarang menjadi keluarga pertama di Inggris dengan dua generasi berturut-turut yang menjadi transgender.   

    Jayden diusianya yang masih anak-anak itu secara serius mengungkapkan keinginannya untuk ganti identitas gender dengan mulai memakai pakaian dan sepatu perempuan yang penuh taburan manik-manik. Dia memutuskan untuk menjalani hidup sebagai seorang perempuan sejak setahun lalu. Jayden saat ini tercatat sebagai anak termuda se-Inggris yang merubah identitas kelaminya.  

    Baca: Perjalanan Iran Izinkan Transgender Operasi Ganti Kelamin

    Jayden Rogers, 5 tahun, mendadak jadi perhatian masyarakat Inggris ketika mengumumkan ingin mengganti identitas kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan. Sumber: dailymail.co.uk 

    Baca: Heboh Transgender: 4 Ciri Ini, Bisakah Jadi Penandanya?

    Dikutip dari dailymail.co.uk, Minggu, 13 Januari 2019, kasus Jayden telah menciptakan perdebatan sengit menyusul semakin besarnya jumlah anak-anak muda yang memilih mengganti identitas seksual mereka. Kendati guru-guru dan teman-teman Jayden serta sebagian besar tetangganya bisa menerima keputusannya, namun tidak halnya dengan pihak-pihak lain. Saat ini bermunculan kampanye online yang menuding orang tua Jayden telah membujuknya agar mengganti identitasnya dari laki-laki menjadi perempuan.

    Dalam wawancara dengan sebuah media, orang tua Jayden yakni Greg, 27 tahun dan Jodi, 21 tahun membantah tuduhan miring yang diarahkan pada keluarga itu. Jayden dan orang tuanya sekarang tinggal di kota kecil Shotts, North Lanarkshire, Skotlandia, Inggris.

    Keluarga ini menjadi sorotan saat seseorang dari sekitar tempat tinggal Jayden membuat aduan ke layanan sosial Inggris usai melihat Jayden bermain di pekarangan rumah dengan pakaian perempuan. Orang tersebut menuding orang tua Jayden yang merupakan transgender telah melakukan pemaksaan pada Jayden.  

    Saat dilakukan investigasi, petugas menemukan keluarga ini rupanya hidup bahagia dan saling menyayangi. Kendati begitu, orang tua Jayden mengaku dipaksa untuk pindah rumah demi menyelesaikan masalah. Permintaan itu ditolak dan sejak penolakan itu mereka mulai menerima penghinaan secara online yang menuding Greg telah memaksa Jayden untuk ikut mengganti identitas kelaminnya.       

    Greg mengganti identitas seksualnya pada usia 16 tahun. Dia telah mengalami operasi pengangkatan payudara, namun belum melakukan operasi mengganti alat vitalnya.

    Sedangkan Jodi seorang biseksual dan Jayden adalah anak kandungnya. Greg menjadi ayah Jayden saat dia berusia tiga tahun. 

    “Kami tidak pernah mendorong Jayden untuk melakukan hal ini, meski pun banyak orang berfikir seperti itu. Ini menyakitkan buat kami,” kata Greg.

    Greg menjelaskan Jayden bahkan tak tahu kalau dia adalah seorang transgender. Dia pun mengalami sebuah perang batin atas keputusan anaknya yang tidak mau lagi menjadi laki-laki.

    “Kami tak bisa meluruskan pandangan orang, tetapi kami bisa membantu membuat Jayden bahagia dengan pilihannya. Kami tidak memaksanya menjadi transgender. Jika pun Jayden ingin kembali ke identitas awalnya, kami akan tetap menerimanya,” kata Greg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?