Ini Cetak Biru Cina Gencarkan Pemakaian Yuan di ASEAN

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata uang Yuan. AP

    Mata uang Yuan. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina mengumumkan cetak biru integrasi ekonomi dan keuangan dengan ASEAN selama lima tahun guna mempromosikan pemakaian mata uang yuan dalam berbagai transaksi keuangan.

    Cina yang mengumumkan cetak biru itu pada Jumat, 11 Januari 2019 memilih provinsi Guangxi di selatan sebagai gerbang untuk mempromosikan pemakaian yuan dengan 10 negara anggota ASEAN: Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Vietnam, Laos, Thailand, Myanmar, dan Filipina.

    Baca: Perang Dagang AS - Cina, Yuan Terdepresiasi

    Menurut laporan Reuters dan The Star, Sabtu, 12 Januari 2019, situs resmi Bank Rakyat Cina mengeluarkan pernyataan bahwa kabinet pemerintah Cina sepakat membangun Guangxi sebagai gerbang kerja sama keuangan antara Cina dan ASEAN. Guangxi dipilih karena berbatasan dengan Vietnam.

    Tujuan kunci Cina membuat cetak biru itu adalah untuk mempromosikan yuan kepada negara-negara ASEAN dalam hal perdagangan lintas batas, transaksi mata uang, investasi dan pendanaan.

    Baca: Ekspor Impor, Pengusaha Siap Beralih Gunakan Mata Uang Yuan

    Lebih khusus lagi, Cina akan mendorong penggunaan yuan dalam perdagangan komoditinya dengan ASEAN, mendukung yuan digunakan dalam pemberian pinjaman untuk proyek-proyek di ASEAN, membangun pasar yuan di luar negeri dan investasi keuangan lintas batas.

    Rancangan cetak biru menggalakkan pemakaian yuan di ASEAN berlangsung hingga 2023 dengan melibatkan 13 lembaga pemerintah Cina termasuk bank sentral, regulator pertukaran mata uang, pengawas sekuritas, dan kementerian keuangan.

    REUTERS | THE STAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.