Memasak Ikan Spesies Langka, Suami Istri di Cina Didenda

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan gymnocypris przewalskii atau naked carp. Sumber: english.ihb.cas.cn

    Ikan gymnocypris przewalskii atau naked carp. Sumber: english.ihb.cas.cn

    TEMPO.CO, Jakarta - Alih-alih ingin membahagikan orang tua, sepasang suami – istri di wilayah barat laut Cina malah terbelit masalah gaa-gara ikan.

    Kisah ini berawal saat pasangan, yang tidak dipublikasi identitasnya, ingin menyajikan makanan spesial yang mereka masak bagi kedua orang tua. Salah satu pasangan ini, merekam aktivitas memasak itu. Rekaman vidoe itu memperlihatkan mereka memasukkan dalam air panas sejumlah ikan yang diketahui ikan gymnocypris przewalskii, sebuah ikan dari spesies yang sangat langka. Mereka mengunggah aktivitas memasak ikan itu ke media sosial tanpa pernah menyadari jika ikan itu dari jenis yang hampir punah.

    Baca: Ikan Goreng atau Rebus? Ini Pilihan Favorit Susi Pudjiastuti

    Namun betapa terkejutnya mereka saat mengetahui unggahan rekaman video memasak itu mengundang kecaman dari para pengguna internet. Para natizen mengetahui tindakan yang dilakukan pasangan suami istri itu salah dan menjadikan pasangan itu sasaran kemarahan. Rekaman video itu sampai pada otoritas setempat dan segera mendatangi pasangan itu.

    Baca: Peringati Hari Ikan, Susi Pudjiastuti Ajak Milenial Makan Ikan  

    Ikan gymnocypris przewalskii atau naked carp. Sumber: asiaone.com/Xinhua

    Dikutip dari asiaone.com, Sabtu, 12 Januari 2019, ikan gymnocypris przewalskii atau naked carp adalah spesies ikan yang bermigrasi setiap tahun dari berbagai sungai tempat mereka bertelur ke Danau Qinghai yang berair asin. Danau Qinghai adalah danau terbesar di Cina.     

    Kendati pertumbuhan ikan jenis ini cukup stabil, yakni dari 2.600 ton sampai 88 ribu ton, namun ikan ini masuk dalam klasifikasi ikan terancam punah. Penyebabnya, adanya penangkapan ikan berlebihan dan hilangnya habitat ikan ini. 

    Akibat memasak ikan yang dilindungi, pasangan suami istrinya ini harus membayar denda sebesar S$ 2 ribu atau sektira Rp 20 juta. Tidak dijelaskan bagaimana pasangan tersebut mendapatkan ikan itu. Sang istri hanya mengatakan suaminya membeli ikan itu untuk dimasak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.