Pulau Slipper di Selandia Baru Menyaingi Maladewa

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau Slipper di Selandia Baru bagian utara. News.com.au

    Pulau Slipper di Selandia Baru bagian utara. News.com.au

    TEMPO.CO, Auckland - Sekilas lokasi yang mirip surga di dunia ini seperti pemandangan di salah satu resor terkenal di Maladewa ternyata terletak di Selandia Baru.

    Baca:

     

    Namun, pulau ini berlokasi lebih dekat yaitu di Pulau Slipper, yang terletak di lepas pantai Selandia Baru.

    Pulau yang merupakan tempat tinggal pribadi ini “dikepung” oleh perairan sejernih kristal, kawasan perbukitan dan sekelompok anak babi yang berlarian di kawasan propertinya.

    Baca:

     

    Properti di pulau ini disewakan dengan tarif 2.800 dolar Australia atau sekitar Rp28 juta per malam. Namun, jika Anda membawa rombongan keluarga dan teman hingga sekitar 20 orang, maka tarifnya turun drastis menjadi hanya 150 dolar Australia per malam atau sekitar Rp1.5 juta.

    Turis bisa menggunakan lahan di pulau ini untuk berkemah, dan menggunakan empat bangunan termasuk sebuah pemondokan.

    Baca:

     

    Pulau Slipper ini terletak sekitar 15 menit perjalanan dari Tairua di kawasan Coromandel di Selandia Baru utara. Seluruh pulau dikelilingi oleh air jernih biru yang menyamai kawasan turis di kepulauan Karibia dan Maladewa.

    Pulau ini memilik luas sekitar 224 hektar dan pernah digunakan sebagai lahan pertanian hingga 1800an. Sekitar 95 persen lahan di pulau ini telah dijual kepada pengembang properti berbasis di Auckland yaitu Wendy Wu.

    Sisa kawasan pulau di Selandia Baru ini dimiliki oleh beberapa orang yang memiliki rumah di sana. Meski sangat menyenangkan, indah dan tenang, pulau ini tidak terkoneksi dengan jaringan telekomunikasi sehingga tidak ada Wi-Fi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.