Trudeau dan Trump Bahas Ekstradisi, Cina Siapkan Reaksi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meng Wanzhou, putri pendiri perusahaan telekom Cina, Huawei yang juga kepala keuangan global perusahaan itu. [Channel News Asia]

    Meng Wanzhou, putri pendiri perusahaan telekom Cina, Huawei yang juga kepala keuangan global perusahaan itu. [Channel News Asia]

    TEMPO.COOttawa -- Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menlepon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Senin, 7 Januari 2019, untuk membahas permintaan ekstradisi tahanan terkenal oleh Amerika.

    Baca:

     

    Pembicaraan keduanya tidak menyebut secara jelas nama Direktur Keuangan Global Huawei asal Cina, Meng Wanzhou, yang ditahan Kanada atas permintaan Amerika pada 1 Desember 2018.

    Meng dibebaskan dengan jaminan pada 11 Desember 2018. Amerika memiliki 60 hari sejak hari penangkapan untuk membuat permintaan ekstradisi penuh. Tenggat waktu putusan ekstradisi adalah akhir bulan ini. Meng akan kembali ke pengadilan pada 6 Februari 2019 untuk menjalani persidangan soal permintaan ekstradisi ini.

    Baca:

     

    Menurut pakar, Cina telah menyiapkan respon jika ekstradisi itu diputuskan pengadilan Kanada. Tanggapan itu berupa pembatasan perjalanan dan impor bernilai miliaran dolar atau triliunan rupiah dari Kanada. Kasus ini dapat membuat hubungan Cina dan Kanada semakin memanas.

    Kanada sedang mencari bantuan dari negara sekutu untuk menekan Cina terkait kasus Meng. Selain itu, Kanada juga mencari pembelaan internasional atas penahanan dua orang Kanada di Cina.

    Dalam pembicaraan lewat telpon, Trudeau berterima kasih atas pernyataan dukungan kuat dari Amerika Serikat untuk upaya pembebasan dua warganya di Cina yaitu Michael Kovrig, yang merupakan bekas diplomat, dan Michael Spavor, yang merupakan seorang pengusaha.

    Baca:

     

    Namun, sepertinya Kanada masih gagal untuk mendapatkan dukungan internasional.

    Media Japan Today melansir Trudeau juga menghubungi Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe untuk membicarakan isu penangkapan warganya itu. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. Jepang tidak mengungkapkan keprihatinan atas penahanan atau tuntutan agar tahanan Kanada dibebaskan.

    "Kanada memohon dukungan internasional untuk menekan Cina pada kasus Meng dan juga pelepasan dua warga Kanada untuk mendapatkan hasil negosiasi yang lebih baik dengan Cina. Akan tetapi, itu hanya membuat mereka gagal," kata Direktur Pusat Diplomasi Ekonomi Universitas Fudan Cina, Song Guoyou, kepada Global Times pada Rabu, 9 Januari 2019.

    Baca:

     

    Song mengatakan jika Kanada tidak mendapatkan dukungan dari Jepang maka negara-negara lain tidak akan mungkin mendukung. Dia menambahkan Kanada tidak berani menantang Cina langsung karena Beijing memiliki banyak kartu untuk melawan Kanada jika bersikeras mengekstradisi Meng ke AS.

    Media Global Times juga melansir Kanada terisolasi pada kasus Meng. Hal ini dikarenakan pembicaraan perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat, yang disebut Trump bakal melibatkan kasus Meng untuk membantu menutup kesepakatan perdagangan, kemungkinan akan berakhir minggu ini.

    Menurut Diao Daming, seorang pakar studi Amerika Serikat dan seorang profesor di Universitas Renmin Cina kepada Global Times sinyal positif dalam pembicaraan perdagangan telah menciptakan lingkungan yang menguntungkan untuk menyelesaian kasus Meng.

    Para ahli memperingatkan Cina akan terus mendorong pembebasan Meng. Kekuatan tanggapan yang disiapkan Cina tergantung pada apa yang dilakukan pemerintah Kanada.

    NAURA NADY 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.