Polisi Tangkap 3 Netizen yang Diduga Menghina Raja Malaysia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Malaysia berharap pengganti Sultan Muhammad V bisa segera terpilih. Sumber: justreadonline.com

    Pemerintah Malaysia berharap pengganti Sultan Muhammad V bisa segera terpilih. Sumber: justreadonline.com

    TEMPO.COKuala Lumpur -- Polisi Diraja Malaysia menangkap dua lelaki dan satu perempuan karena diduga menghina bekas Raja Malaysia, Sultan Muhammad V, terkait pengumuman pengunduran dirinya pada akhir pekan lalu.

    Baca:

     

    Inspektur Jenderal Diraja Malaysia, Mohamad Fuzi, mengatakan dua lelaki itu berusia 46 tahun dan 27 tahun. Dan seorang perempuan berusia 26 tahun. Ketiganya ditangkap pada Selasa, 8 Januari 2019.

    “Penangkapan itu dilakukan setelah kami menerima sejumlah laporan terkait unggahan netizen di sejumlah akun sosial media, yang berisi komentar bernada menghina terhadap Sultan Muhammad V,” kata Fuzi dalam pernyataan kepada pers seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu, 9 Januari 2019.

    Baca:

     

    Ada dua akun yang Twitter yang bermasalah yaitu @azhamakhtar dan @aliaastaman. Polisi juga menyidik satu akun Facebook atas nama Eric Liew.

    Dua akun Twitter ini dan unggahan Facebook oleh Eric Liew telah dihapus pada Rabu sore kemarin. Namun, screenshot dari unggahan itu masih beredar disebarkan oleh netizen.

    Fuzi mengatakan polisi akan mengusut ketiga tersangka menggunakan UU Antikebencian Malaysia.

    Baca:

     

    Sultan Muhammad V dan Miss Moscow 2015 Oksana Voevodina.[Facebook/Ezzat Tahir]

    “Publik agar menggunakan sosial media secara berhati-hati dan menahan diri dari membuat pernyataan provokatif atau keliru terkait pengunduran diri Yang Dipertuan Agong XV karena itu bisa menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi kerajaan di negara ini,” kata Fuzi.

    Liew dikabarkan bekerja di Cisco ASEAN dan mengumumkan telah meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja pada unggahan di FB pada Selasa pagi.

    Baca:

     

    Namun, organisasi pemuda UMNO berencana akan menggelar unjuk rasa terhadap Cisco di KL Sentral pada Rabu siang kemarin.

    Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim dan istrinya Wan Azizah Wan Ismail menemui Raja Malaysia Muhammad V setelah ia bebas dari hukuman, di Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Malaysia's National Palace via AP

    “Kami akan mendorong Cisco ASEAN untuk memberi tanggapan resmi,” kata Deputi Kepala UMNO Selangor, Amin M. Shukor seperti dilansir Malay Mail.

    Baca:

     

    Nama Sultan Muhammad V menjadi sorotan setelah dia memberikan pengampunan kepada bekas Deputi PM Malaysia, Anwar Nasution, yang dipenjara dalam kasus pelecehan seksual. Anwar dipenjara pada masa pemerintah bekas PM Najib Razak, yang kemudian kalah pada pemilu 9 Mei 2018.

    Sultan, yang merupakan Raja Malaysia ke 15 kembali menghiasi pemberitaan media massa setelah dikabarkan menikah dengan ratu kecantikan asal Rusia, Oksana Voevodina, di Moskow pada November 2018. Hingga kini, pihak kerajaan belum memberi klarifikasi soal ini kepada publik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.