Atasi Tekanan Ekonomi Global, Indonesia Buka Pasar Baru

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com

    Ilustrasi perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Situasi ekonomi dan perdagangan global telah mengalami banyak tekanan, perubahan dan tantangan. Diantara tekanan itu adalah proteksionisme, pelemahan sistem perdagangan multilateral hingga perang dagang.

    Menurut Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, tekanan ekonomi itu, termasuk perang dagang akan berpengaruh terhadap sektor ekonomi lainnya. Untuk itu, penting bagi Indonesia menyikapi permasalahan ini melalui diplomasi ekonomi luar negeri dan diplomasi ekonomi Indonesia.

    Baca: Kementerian Perdagangan Akan Revitalisasi 5.000 Pasar Rakyat

    "Beberapa hal utama dalam diplomasi ekonomi, antara lain memperkuat kerja sama ekonomi dengan pasar-pasar baru," kata Retno dalam pidato Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI (PPTM) 2019, Rabu, 9 Januari 2019 di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta.

    Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan pidato tahunan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 9 Januari 2019. Sumber: Infomed/Kemlu

    Terkait kerja sama membuka pasar baru, Retno menyebut dalam forum Indonesia-Africa disepakati deal bisnis lebih dari USD 586 juta dan Business Announcement sebesar USD 1,3 miliar. Angka ini adalah pencapaian positif mengingat forum Indonesia-Africa hanya diselenggarakan selama 2 hari di Bali pada tahun lalu.

    Capaian angka perdagangan Indonesia dengan beberapa pasar baru antara lain di Kazahstan dan Uzbekistan yang naik lebih dari 100 persen. Untuk di negara kawasan Amerika Selatan dan Tengah yang mengalami kenaikan lebih dari 100 persen adalah Kuba, Ekuador, St Vincent dan Grenadines, dan Persemakmuran Dominika.

    Baca: Jokowi Sebut Pasar Ekspor Baru Tak Diurus

    Angka perdagangan Indonesia dengan pasar baru di kawasan Eropa Tengah dan Timur juga mengalami kenaikan, khususnya Malta, Latvia dan Slovakia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.