16 Kantor Diplomatik di Australia Diteror Paket Mencurigakan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemadam kebakaran terlihat membawa tas berisi zat berbahaya dari konsulat Korea Selatan di Melbourne, Australia, 9 Januari 2019. [AAP Image / James Ross via Reuters]

    Seorang pemadam kebakaran terlihat membawa tas berisi zat berbahaya dari konsulat Korea Selatan di Melbourne, Australia, 9 Januari 2019. [AAP Image / James Ross via Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 16 kantor diplomatik di Australia diduga menjadi target teror kiriman paket mencurigakan.

    Paket mencurigakan ditemukan di konsulat Jerman, Selandia Baru, Korea Selatan, Indonesia, Inggris, AS, dan beberapa kedutaan besar negara lain, menurut laporan Daily Mail, 9 Januari 2019.

    Baca: Paket Misterius Ditemukan di Kantor Pusat Cambridge Analytica

    Staf kedubes Selandia Baru dan Pakistan dikirimi paket bertuliskan "asbestos" atau asbes, sebuah zat kimia berbahaya. Sementara seorang petugas pemadam kebakaran berjalan dari kedutaan Korea Selatan terlihat memegang tas plastik besar dengan tulisan "asbestos".

    Beberapa konsulat lain dilaporkan menerima paket mencurigakan, termasuk Yunani, Italia, Spanyol, Thailand, India, Jepang, Pakistan, Mesir, Denmark dan Swiss.

    Mobil pemadam kebakaran berada di luar konsulat, beberapa di antaranya berada di St Kilda Road di pusat kota.

    Tim Hazmat dan petugas damkar terlihat di luar Konsulat India dan Prancis di St Kilda Road di Melbourne, Australia 9 Januari 2019. [Reuters]

    Dua truk pemadam kebakaran, kendaraan bahan berbahaya dan mobil polisi terlihat di luar Konsulat Jenderal India pada Rabu sore.

    Seorang juru bicara Kepolisian Federal Australia mengatakan petugas darurat merespon laporan paket mencurigakan yang dikirim ke kedutaan dan konsulat di Canberra dan Melbourne.

    Paket-paket tersebut dilaporkan mengandung bubuk putih yang dibubuhi asbes, Nine News melaporkan.

    Baca: Paket Misterius Ditemukan di Fasilitas Militer AS Termasuk CIA

    Kepolisian Victoria mengatakan tidak ada ancaman bagi publik, "Saat ini kami yakin masalah ini ditargetkan dan tidak berdampak pada masyarakat umum".

    Paket-paket itu tidak diyakini berbahaya, tetapi polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tim forensik Australia harus menggunakan alat pernapasan khusus saat mereka memeriksa paket.

    Beberapa lokasi, termasuk lokasi di dekat konsulat Spanyol, Swiss, Mesir dan Pakistan, dievakuasi sebagai tindakan pencegahan tetapi dinyatakan aman.

    Pejabat di AS dan konsulat Inggris di Melbourne secara terpisah mengkonfirmasi ada paket mencurigakan.

    Baca: Foto Liburan PM Australia Morrison Jadi Viral, Kenapa?

    Seorang juru bicara Komisi Tinggi Inggris mengatakan konsulat Inggris adalah salah satu yang ditargetkan, tetapi mengkonfirmasi semua staf aman.

    Seorang juru bicara konsulat AS menyatakan telah menangani paket sesuai prosuder keamanan dan telah berkoordinasi dengan pihak keamanan Australia untuk penyelidikan teror paket.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.