Usai Strawberry Jarum, Warga Australia Temukan Jarum dalam Anggur

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Australia menemukan jarum dalam dua buah anggur yang mereka beli pada 1 Januari 2019. [9NEWS via Straits Times]

    Pasangan Australia menemukan jarum dalam dua buah anggur yang mereka beli pada 1 Januari 2019. [9NEWS via Straits Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Australia menyelidiki temuan jarum di buah anggur yang didapat dari supermarket di Melbourne.

    Insiden ini pertama kali ditemukan oleh pasangan suami istri Skender Hasa dan Shams Alsubaiy ketika membeli sekantung anggur hijau pada 1 Januari kemarin. Pasutri menemukan jarum ketika akan mengkonsumsi anggur saat makan malam.

    Baca: Pelaku Sabotase Jarum dalam Strawberry Australia Ditangkap

    "Ketika kami memotongnya, ada jarum di dalam anggur," kata Hasa kepada 9 News Melbourne, yang dikutip Channel News Asia, 5 Januari 2019.

    Dia mengatakan anggur dibeli sehari sebelumnya di supermarket Woolsworth, Cragieburn, Melbourne.

    Hasa dan Alsubaiy hanya menemukan dua jarum setelah memotong semua anggur yang dibeli.

    Penemuan jarum dalam strawberry Australia.[Dailymail.co.uk]

    Insiden jarum dalam anggur ini muncul setelah strawberry jarum menghebohkan Australia dan Selandia baru, yang menyebabkan kekhawatiran dan membuat pasar strawberry Australia turun. PM Morrison menyebut sabotase strawberru sebagai tindakan terorisme.

    Baca: Terungkap, Pelaku Strawberry Jarum Australia Dendam ke Perusahaan

    Pada November, seorang wanita berusia 50 tahun, yang bekerja di salah satu perkebunan strawberry ditangkap. Dia dihukum karena menyabotase strawberry dengan jarum atas motif balas dendam ke perusahaan.

    Menanggapi temuan jarum dalam anggur, kepolisian Australia langsung menggelar penyelidikan dan pihak supermarket Woolsworth menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menyelidiki insiden ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.