Pasukan Koalisi Dituduh Curi Makanan untuk Korban Perang Yaman

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang balita yang menderita gizi buruk mendapat perawatan di rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. Orang tua para anak yang mengalami gizi buruk ini tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan selama perang terjadi di Yaman. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang balita yang menderita gizi buruk mendapat perawatan di rumah sakit Al-Sabeen di Sanaa, Yaman, Selasa, 11 September 2018. Orang tua para anak yang mengalami gizi buruk ini tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan selama perang terjadi di Yaman. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan koalisi Amerika Serikat dan Arab Saudi pendukung pemerintah dituduh mencuri makanan hasil sumbangan dari masyarakat internasional kepada para korban kelaparan parah akibat perang di Yaman

    Aksi pencurian makanan bantuan kemanusiaan untuk warga Yaman terjadi di wilayah yang dikuasai pemberontak Houthi.

    Baca: 85 Ribu Balita Tewas Didera Kelaparan Parah di Yaman

    Ribuan keluarga di Taiz tidak mendapatkan makanan yang disumbangkan untuk mereka karena direbut oleh pasukan bersenjata pendukung pemerintah, seperti dilannsir dari Arab News dan laporan  Associated Press.

    "Tentara yang seharusnya melindungi bantuan merampas bantuan tersebut" kata Al-Hakimi, relawan kemanusiaan di Tazi.

    Bantuan makanan yang dicuri disalurkan ke unit tempur garis depan atau dijual di pasar gelap untuk mendapatkan untung.

    Baca: Dilanda Kelaparan, Warga Yaman Terpaksa Makan Daun

    Direktur Eksekutif World Food Programme, David Beasley mengecam pencurian dan pemblokiran sumbangan makanan kepada anak-anak sekarat di Yaman. Beasley mengatakan lembaganya sedang menyelidiki aksi pencurian dan pemblokiran sumbangan untuk korban perang Yaman.

    "Pada saat anak-anak sekarat di Yaman karena mereka tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan, itu adalah kekejaman. Perilaku kriminal ini harus dihentikan secepatnya," ujar Beasley. 

    Perang Yaman dan keruntuhan ekonomi yang terjadi telah mengakibatkan 15,9 juta orang atau 53 persen dari populasi Yaman menghadapi kerawanan pangan akut. Data ini berdasarkan survei  Desember 2018 yang dilansir dari Reuters.

    Baca: Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Meninggal Kelaparan di Yaman

    World Food Program memiliki 5000 lokasi distribusi makanan di seluruh Yaman dengan menargetkan 10 juta orang per bulan mendapatkan makanan tetapi hanya 20 persen saja yang menerima. Tahun 2018, PBB bersama Amerika, Arab Saudi, dan penyumbang lain telah menyumbang sebesar US$ 4 juta untuk makanan, tempat perlindungan, obat-obatan dan bentuk sumbangan lain ke Yaman.

    LSM Save the Children memperkirakan 85 ribu anak di bawah umur 5 tahun meninggal karena kelaparan dan menderita penyakit setelah perang di Yaman pecah.

    NAURA NADY | ARAB NEWS | UN NEWS | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.