Pesan Terakhir Jim Mattis Sebagai Menteri Pertahanan AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Jim Mattis berbicara di Pentagon, 13 April 2018. (AP Photo/Carolyn Kaster)

    Menteri Pertahanan Jim Mattis berbicara di Pentagon, 13 April 2018. (AP Photo/Carolyn Kaster)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyampaikan salam perpisahan untuk Angkatan Bersenjata AS sebelum ia menanggalkan jabatannya. Dalam pesannya Senin kemarin, Mattis menyampaikan agar Angkatan Bersenjata AS tetap yakin pada negeri dan tetap tegar bersama para sekutu setelah ia mengundurkan diri.

    Mattis dengan kebijakan luar negerinya telah menjaga dominasi militer AS di luar negeri sebelum ia digantikan oleh wakilnya, Patrick Shanahan, mantan Direktur Boeing.

    Baca: Jim Mattis Mundur sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat

    Dilaporkan dari Reuters, 1 Januari 2019, pensiunan jenderal marinir tersebut tidak terlalu menggelar upacara besar ketika dia meninggalkan kantornya di Pentagon, dan hanya memberikan memo perpisahan untuk pesan terakhirnya sebagai menteri pertahanan, bertolak belakang tradisi perpisahan menhan sebelumnya yang mengadakan upacara besar.

    Dalam pesan singkat, Mattis memaklumi ada perbedaan politik di Washington namun meminta militer AS untuk tetap pada misinya dan menjaga konstitusi selama menjaga bangsa.

    "Departemen kita telah membuktikan kemampuannya bahkan ketika saat-saat yang sulit. Jadi tetaplah berpegang teguh pada negara, bersama dengan sekutu kita, menghadapi musuh," kata Mattis.

    Presiden AS Donald Trump dan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menghadiri laga sepak bola antar akademi Angkatan Laut AS, di Lincoln Financial Field, Philadelphia, AS, 8 Desember 2018. REUTERS/Jim Young

    Pekan lalu Trump mengatakan dia mengganti Mattis dua bulan lebih awal dari yang diperkirakan, karena marah atas surat pengunduran diri Mattis dan tegurannya terhadap kebijakan luar negeri presiden.

    Baca: Trump Tarik Pasukan, Utusan Amerika Serikat untuk Suriah Mundur

    Mattis dikabarkan mengundurkan diri setelah berselisih dengan Trump terkait keputusan untuk menarik semua pasukan AS dari Suriah dan mulai merencanakan penarikan di Afganistan.

    Surat pengunduran diri Jim Mattis memperlihatkan perbedaan pandangan di antara mereka, dan secara implisit mengkritik presiden karena gagal menghargai sekutu terdekat Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.