3 Negara Ini Pindahkan Kantor Kedutaan Besar ke Yerusalem

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria dan anaknya berswafoto dengan badut setelah melaksanakan salat Idul Adha di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Selasa, 21 Agustus 2018. REUTERS.

    Seorang pria dan anaknya berswafoto dengan badut setelah melaksanakan salat Idul Adha di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Selasa, 21 Agustus 2018. REUTERS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Presiden terpilih Brazil Jair Bolsonaro, untuk memindahkan kantor Kedutaan Besar Brazil di kota Tel Aviv ke Yerusalem menuai kecaman dari sektor pertanian Negeri Samba itu. Muncul kekhawatiran jika hal ini akan merusak ekspor pertanian Brazil ke negara-negara Arab.

    Perdana Menteri Isreal Benjamin Netanyahu pada Minggu, 30 Desember 2018 mengatakan Presiden Bolsonaro menyampaikan padanya kalau perpindahan kantor kedutaan besar itu hanya soal waktu.

    Yerusalem adalah sebuah wilayah di Timur Tengah yang masih dipersengketakan oleh Israel dan Palestina. Jika rencana Bolsonaro jadi dilakukan, maka Brazil kemungkinan akan menjadi negara pengikut Amerika Serikat selanjutnya yang memindahkan kantor kedutaan besarnya.

    Berikut, tiga negara yang telah melakukan pemindahan kantor kedutannya ke Yerusalem.

    Baca: Amerika Serikat: Yerusalem Ibu Kota Israel Sesuai Arahan Tuhan

    1. Amerika Serikat
    Pemindahan kantor Kedutaan Amerika Serikat di Israel dilakukan menyusul pernyataan Negara Abang Sam pada Desember 2017, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Amerika Serikat akhirnya secara resmi memindahkan kantor kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Senin, 14 Mei 2018. Pemindahan ini dilakukan di tengah-tengah aksi unjuk rasa mematikan di Jalur Gaza, yang memakan korban jiwa 58 orang.

    Dikutip dari Al-Jazeera.com, segelintir negara-negara Eropa yang hadir antara lain Austria dan Republik Ceko. Sedangkan negara-negara ASEAN yang hadir adalah Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Adapun negara-negara Afrika yang mendukung pemindahan ini adalah Tanzania, Republik Kongo, Pantai Gading, dan Rwanda.

    Baca: Wali kota Yerusalem Namai Alun-alun dengan Nama Trump

    2. Guatemela
    Negara ini secara resmi memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Rabu 16 Mei 2018 atau persisnya dua hari setelah relokasi Kedubes Amerika Serikat. Guatemala menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem.

    Seperti dikutip dari Haaretz, peresmian Kedutaan Besar Guatemala digelar pada pukul 10 pagi di kawasan Malkha, Yerusalem Barat. Acara ini dihadiri Perdana Menteri Netanyahu dan Presiden Guatemala, Jimmy Morales.

    Guatemala adalah negara kedua yang mengakui Israel pada 1948.

    3. Paraguay
    Paraguay adalah negara ketiga yang memindahkan kedutaannya secara resmi pada 21 Mei 2018 ke Yerusalem. Pemindahan ini menyusul langkah serupa yang dilakukan Amerika Serikat dan Guatemala.

    Namun baru empat bulan pemindahan, Menteri Luar Negeri Paraguay, Luis Alberto Castiglioni, mengungkapkan akan mengembalikan lagi kantor kedutaannya dari Yerusalem kembali ke Tel Aviv. Langkah ini berati membatalkan keputusan yang dibuat oleh mantan Presiden Horacio Cartes di akhir masa jabatannya.

    Dengan memulangkan lagi kantor kedutaan dari Yerusalem ke Tel Aviv, Castiglioni memastikan Paraguay ingin berkontribusi pada intensifikasi upaya diplomatik regional untuk mencapai perdamaian yang luas, adil dan abadi di Timur Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.