Rusia Bangun Tembok Pembatas Crimea dengan Ukraina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rusia membangun tembok pembatas di bagian utara Crimea, yang berbatasan dengan Ukraina. Global News

    Rusia membangun tembok pembatas di bagian utara Crimea, yang berbatasan dengan Ukraina. Global News

    TEMPO.CO, Crimea - Pemerintah Rusia telah membangun tembok besi pembatas di bagian utara Crimea, yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Tembok ini memiliki panjang sekitar 60 kilometer.

    Baca:

     

    Juru bicara dari parlemen de facto Crimea, Yefim Fiks, mengatakan pembangunan tembok pembatasan itu diperlukan untuk melindungi penduduk Crimea dari gangguan pemerintah Ukraina.

    “Bahkan jika provokasi itu bukan datang dari otoritas Ukraina, kelompok radikal juga bisa melakukannya,” kata Fiks seperti dilansir Al Jazeera mengutip dari kantor berita Ria Novosti pada Sabtu, 29 Desember 2018 waktu setempat.

    Rusia menganeksasi Crimea pada 2014 setelah terjadi referendum. Rusia menaruh Armada Laut Hitam di daerah ini karena wilayah ini diapit laut Azov dan Laut Hitam.

    Baca:

     

    Soal pembangunan tembok ini, juru bicara pasukan perbatasan Ukraina, Andriy Demchenko, mengatakan kepada Reuters bahwa pembangunan tembok itu sebagai propaganda saja.

    “Itu merupakan langkah propaganda dari Rusia untuk menunjukkan penguatan keamanan, memisahkan Ukraina dan memastikan kelompok sabotase tidak bakal bisa melintasi perbatasan itu di masa depan,” kata dia.

    Presiden Ukraina Petro Poroshenko, memberikan pidato saat menghadiri upacara untuk penyerahan senjata dan kendaraan militer untuk tentara Ukraina yang berperang di timur Ukraina, di Chuhui, 23 Agustus 2016. Mikhail Palinchak/Ukraina Presiden Press Service

    Dia berharap pembangunan tembok pembatas ini tidak bakal membatasi hak warga Ukraina mengunjungi wilayah semenanjung itu di masa depan.

    Baca:

     

    Uni Eropa menganggap aneksasi Crimea oleh Rusia sebagai pelanggaran hukum internasional. Mereka mendesak Rusia mengembalikan Crimea kepada Ukraina.

    Konflik antara kelompok separatis dukungan Moskow dengan tentara Ukraina di bagian timur Crimea telah menewaskan sekitar 10 ribu orang sejak 2014, menurut data dari PBB. Hingga menjelang Natal, sekitar 104 orang tewas pada tahun ini.

    Pada Sabtu pekan ini, gencatan senjata telah diberlakukan di wilayah konflik di Crimea.

    Baca:

     

    “Kami menekankan gencatan senjata ini digunakan untuk memperbaiki sebanyak mungkin fasilitas infrastruktur penting yang rusak akibat perang,” kata Yevgen Marchuk, duta besar Ukraina untuk pembicaraan damai dengan pemberontak dari Crimea.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.