Terlantar, Pengungsi Venezuela Terpaksa Melacur dan Jual Rambut

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi di Cucuta, Kolombia, membawa perempuan pengungsi Venezuela yang ditahan untuk pelacuran kembali ke perbatasan untuk dideportasi ke Venezuela bulan ini. [Manuel Rueda / WLRN.ORG]

    Polisi di Cucuta, Kolombia, membawa perempuan pengungsi Venezuela yang ditahan untuk pelacuran kembali ke perbatasan untuk dideportasi ke Venezuela bulan ini. [Manuel Rueda / WLRN.ORG]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengungsi perempuan Venezuela yang pergi ke negara tetangga terpaksa menjajakan seks dan menjual rambut mereka untuk rambut palsu demi mendapatkan pundi uang.

    Remaja berusia 14 tahun dikabarkan mendapat US$ 7 atau Rp 102 ribu per "sesi" sementara pembuat rambut palsu menawarkan sekitar US$ 10 hingga US$ 30 (Rp 145 ribu hingga Rp 437 ribu), menurut laporan Fox News, dikutip dari Daily Mail, 27 Desember 2018.

    Baca: Nicolas Maduro Tuding Amerika Bakal Invasi Venezuela

    Para guru, petugas polisi, dan penjaja koran termasuk beberapa di antara yang beralih ke perdagangan seks di Kolombia untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan kerabat mereka di rumah.

    Perempuan tidak berdokumen sering berakhir bekerja di bar yang kotor dan iklim tropis membuat mereka terkena infeksi dan penyakit seperti malaria.

    Para pengungsi Venezuela menunggu di Pusat Layanan Perbatasan Biner Peru, di perbatasan dengan Ekuador, di Tumbes, Peru 24 Agustus 2018 [Reuters]

    Menurut PBB, lebih dari 3 juta warga Venezuela telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, termasuk Kolombia, Peru, Ekuador, Argentina, Cile dan Brasil.

    Rakyat Venezuela melarikan diri dari negara mereka yang melarat. Tanpa izin kerja atau paspor, mereka dipaksa untuk melakukan apa saja yang mereka bisa.

    Baca: Dilanda Krisis, Bagaimana Nasib Calon Miss Universe Venezuela?

    "Rambut, mencari rambut," sering terdengar dari orang-orang yang ingin membeli rambut wanita.

    Perempuan di dekat daerah perbatasan sangat rentan terhadap perdagangan manusia, karena kelompok-kelompok perdagangan narkoba diketahui beroperasi di sana.

    Para korban dipaksa untuk menyerahkan dokumen identitas kepada germo yang memaksa mereka menawarkan tubuh mereka.

    "mereka juga menjadi rentan untuk direkrut, menjadi korban perdagangan manusia," kata Amy Roth Sandrolini, kepala staf di The Exodus Road, sebuah organisasi berbasis di AS yang ditujukan untuk memerangi perdagangan manusia secara global.

    Baca: IMF Sebut Inflasi 1 Juta Persen, Venezuela Redenominasi Bolivar

    Kemiskinan telah melonjak setelah empat tahun resesi dan tahun salah kelola keuangan.

    IMF memperkirakan inflasi Venezuela akan mencapai 1,4 juta persen mengejutkan tahun ini dan membuat jutaan warganya yang kelaparan menjadi pengungsi di negara tetangga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.