Pemerintah Irak Tetapkan Hari Natal Sebagai Libur Nasional

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendeta bermain dengan seorang anak setelah misa pada Natal di Gereja Katolik St George Chaldean di Baghdad, Irak 25 Desember 2018. [REUTERS / Thaier Al-Sudani]

    Seorang pendeta bermain dengan seorang anak setelah misa pada Natal di Gereja Katolik St George Chaldean di Baghdad, Irak 25 Desember 2018. [REUTERS / Thaier Al-Sudani]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Irak mengesahkan Hari Raya Natal sebagai Hari Libur Nasional.

    Kabinet Irak menyetujui amandemen undang-undang libur nasionalnya yang menciptakan undang-undang resmi baru untuk Hari Natal, menurut laporan yang dikutip dari Daily Mail, 26 Desember 2018.

    Baca: Pesan Natal, Ratu Elizabeth II Minta Masyarakat Saling Hormat

    Sebelumnya, Hari Natal telah ditetapkan sebagai hari libur keagamaan hanya untuk komunitas Kristen Irak, tetapi amandemen memperluas liburan untuk semua orang berbagai penganut keyakinan.

    "Selamat Natal untuk warga Kristen kami, semua warga Irak dan semua yang merayakan di seluruh dunia," tulis pemerintah Irak di Twitter.

    "Kami menyampaikan harapan terhangat kami kepada orang-orang Kristen di Irak dan di seluruh dunia untuk Natal yang sangat bahagia dan damai," tambahnya.

    Anak-anak berpartisipasi dalam adegan kelahiran Yesus di Gereja Mart Shmoni di kota Bashiqa, sebelah timur Mosul, Irak 25 Desember 2018. [REUTERS / Khalid al-Mousily]

    Irak adalah negara Muslim 95 persen, di mana 66 persen adalah Syiah dan 29 persen Sunni.

    Diperkirakan hanya ada sekitar 300.000 orang Kristen yang tersisa di negara itu, yang sebagian besar di antaranya adalah etnis Asyur yang berbahasa Aram.

    Ada juga komunitas Armenia, Kurdi, Arab, dan Turkistan Irak dengan jumlah lebih sedikit.

    Sebelum invasi negara-negara barat ke negara itu pada 2003, umat Kristen Irak berjumlah sekitar 1,4 juta, tetapi serangan kekerasan memaksa ratusan ribu orang melarikan diri, baik ke Kurdistan Irak atau lebih jauh ke luar negeri.

    Baca: Terlama di Dunia, Musim Natal di Filipina Berlangsung 4 Bulan

    Mereka juga mengalami penganiayaan atas dasar agama oleh ISIS dalam beberapa tahun terakhir.

    Umat Kristen yang tinggal di bawah kendali ISIS diperintahkan untuk membayar pajak yang besar, masuk Islam, bahkan dibunuh.

    Ratusan orang Kristen Irak menggelar doa-doa mereka di seluruh negeri di bawah keamanan ketat Natal ini.

    Umat Katolik bergabung bersama untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus di Gereja St George Kasdim di Baghdad.

    Perayaan misa Natal juga berlangsung di gereja al-Tahira al-Kubra dan Gereja Mar Addai Chaldean, keduanya di kota Asyara, Qaraqosh, sekitar 13 kilometer sebelah timur Mosul, Irak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.