Laki-laki Asal Kolombia, 18 Tahun Jadi Pastor Katolik Palsu

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pastur memberkati seekor kura-kura di luar Gereja San Anton di Madrid, Spanyol, 17 Januari 2016. Ratusan pemilik hewan peliharaan membawa hewan mereka untuk diberkati setiap tahun pada hari San Anton, santo pelindung hewan Spanyol. AP Photo/Francisco Seco

    Seorang pastur memberkati seekor kura-kura di luar Gereja San Anton di Madrid, Spanyol, 17 Januari 2016. Ratusan pemilik hewan peliharaan membawa hewan mereka untuk diberkati setiap tahun pada hari San Anton, santo pelindung hewan Spanyol. AP Photo/Francisco Seco

    TEMPO.CO, Jakarta - Miguel Angel Ibarra, seorang laki-laki asal Kolombia selama 18 tahun hidup berpura-pura sebagai pastor Katolik. Ibarra mendengarkan jamaah yang memberikan pengakuan dosa hingga menjadi saksi pernikahan. Namun kebohongannya terbongkar persis sehari sebelum perayaan Natal atau pada Senin, 24 Desember 2018.

    Dikutip dari asiaone.com, Selasa, 25 Desember 2018, keuskupan Cadiz dan Ceuta menyatakan pernikahan dan proses baptis yang dilakukan oleh Ibarra, tetap sah. Namun tidak halnya dengan pengakuan dosa.

    Ibarra adalah warga negara Kolombia yang pindah ke Spanyol pada Oktober 2017. Dia menjadi penanggung jawab sebuah gereja di desa Medina Sidonia, di wilayah selatan kawasan Andalusia, Spanyol, yang berpenduduk sekitar 11 ribu jiwa.

    Baca: Saksi Kunci Pelecehan Seksual Pastor di Cile Bersaksi di Vatikan

    Kepada pihak berwenang, Ibarra mengaku telah pastor Katolik palsu selama 18 tahun. Ibarra kedapatan telah memalsukan dokumen penasbihannya yang terbongkar lewat sebuah investigasi yang menyeluruh. Gereja Kolombia menyimpulkan mereka belum pernah mentasbihkan Ibarra sebagai pastor Katolik.

    Baca: Pastor Tawarkan Miras dan Keripik Gratis ke Umat agar ke Gereja  

    Dengan terbongkarnya kebohongan Ibarra ini, maka dia diminta untuk kembali ke keuskupan agung di Kolombia. Keuskupan Cadiz dan Ceuta menyesalkan peristiwa seperti ini karena dapat mencoreng kepercayaan pada para imam yang benar-benar telah ditahbiskan dan melayani Gereja setiap hari dengan cara yang patut.

    Seperti di negara-negara Eropa lainnya, Spanyol kesulitan dalam merekrut para calon imam atau pastor Katolik baru dalam beberapa tahun terakhir. Walhasil, Negara Matador itu harus 'mengimpor' para pastor Katolik atau para imam, yang umumnya didatangkan dari negara-negara Amerika Latin bekas jajahan Spanyol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.