Hassan Rouhani: Iran Tak Akan Tunduk pada Sanksi Amerika

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden baru Iran, Hasan Rouhani melambaikan tangan setelah upacara pengambilan sumpah di gedung parlemen, di Teheran, Iran, Minggu (4/8). Rouhani menyerukan kepada negara Barat untuk menghilangkan sanksi kepada negaranya atas program nuklir yang kontroversial, untuk meringankan beban ekonomi warga Iran. AP/Ebrahim Noroozi

    Presiden baru Iran, Hasan Rouhani melambaikan tangan setelah upacara pengambilan sumpah di gedung parlemen, di Teheran, Iran, Minggu (4/8). Rouhani menyerukan kepada negara Barat untuk menghilangkan sanksi kepada negaranya atas program nuklir yang kontroversial, untuk meringankan beban ekonomi warga Iran. AP/Ebrahim Noroozi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengakui sanksi ekonomi Amerika Serikat ke negara itu akan berdampak pada kehidupan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Iran, namun hal ini tetap tak akan membuat Teheran tunduk pada Amerika Serikat.

    "Tujuan Amerika Serikat adalah untuk membuat sistem di negara Islam Iran tunduk dan saya pastikan ini akan gagal, namun tidak ada keraguan sanksi ekonomi ini akan berdampak pada kehidupan masyarakat dan perkembangan negara serta pertumbuhan ekonomi," kata Rouhani, saat mengajukan rancangan anggaran pengeluaran negara sebesar 4.700 triliun rial ke Parlemen Iran, Selasa, 25 Desember 2018.

    Baca: Iran Mulai Produksi Massal Pesawat Tempur Buatan Dalam Negeri

    Kombinasi foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. (AP Photo)

    Baca: Dua Mata-mata Iran di Amerika Serikat Ditangkap

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei 2018. Dengan keputusan itu, maka Trump pun memberlakukan kembali sanksi ekonomi kepada Iran, salah satunya embargo yang akan memukul industri minyak Iran.

    Dalam presentasinya soal rancangan anggaran itu, Rouhani mengatakan para PNS akan mendapatkan kenaikan gaji 20 persen pada tahun anggaran yang dimulai pada Maret 2019. Teheran juga telah menganggarkan dana sebesar US$ 14 miliar atau Rp 203 triliun untuk mensubsidi harga bahan - bahan pokok dan obat-obatan. Anggaran pengeluaran 2019, naik US$ 13 miliar dibanding 2018.

    Teheran mengatakan anggaran ini dibuat untuk membantu kelompok masyarakat Iran berpenghasilan rendah, diantaranya para PNS dan pensiunan. Anggaran pengeluaran ini juga untuk mendorong sektor produksi, lapangan kerja dan menghidupkan kembali proyek-proyek negara yang macet dengan bantuan investor - investor swasta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.