4 Dampak Penutupan Pemerintahan Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imigran menerobos tembok perbatasan antara Meksiko dan AS di Tijuana, Meksiko, 25 November 2018. Trump juga mengancam akan menutup penuh perbatasan dengan Meksiko. REUTERS/Hannah McKay

    Imigran menerobos tembok perbatasan antara Meksiko dan AS di Tijuana, Meksiko, 25 November 2018. Trump juga mengancam akan menutup penuh perbatasan dengan Meksiko. REUTERS/Hannah McKay

    TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penutupan kegiatan pemerintahan pada Sabtu, 22 Desember 2018 waktu setempat.

    Baca: 

    Pemerintahan Tutup, Trump Batal Rayakan Natal di Mar-a-Lago

     

    Ini terjadi setelah proses pembicaraan antara Trump dan pemimpin Senat dari Partai Demokrat tidak mencapai kata sepakat soal pembiayaan tembok perbatasan dengan Meksiko.

    Trump sempat mengajukan dana sekitat US$5 miliar atau sekitar Rp73 triliun. Namun, Demokrat berkukuh menolak proyek pembangunan tembok karena dianggap tidak efektif untuk mencegah masuknya imigran ilegal ke AS dari perbatasan Meksiko.

    Penutupan pemerintah AS kali ini berdampak sebagian karena sejumlah departemen telah mendapat alokasi dana dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2019.

    Baca:

    “Penutupan sebagian kegiatan pemerintah ini berdampak pada sekitar 15 persen pekerja federal,” kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump pada Sabtu, 22 Desember 2018.

    Ini artinya ada sekitar 800 ribu pegawai negeri sipil dari departemen Keamanan Dalam Negeri, Transportasi dan lainnya yang terkena dampak penutupan ini.

    Menurut lembaga Federasi Amerika untuk Pegawai Pemerintah, ada sekitar 420 ribu pekerja yang bakal bekerja tanpa bayaran. Dan ada 380 pekerja lainyang tidak bakalan bisa bekerja.

    Baca:

    Berikut ini dampak penutupan pemerintahan AS terhadap sejumlah departemen seperti dilansir Reuters:

    1. Homeland Security

    Departemen yang mengawasi Cukai dan Perlindungan Perbatasan, Imigrasi dan Penegakan Cukai, Keamanan Transportasi, Penjaga Pantai serta Layanan Rahasia atau Secret Service terkena dampak dari penutupan ini.

    Namun, pekerja dari lembaga-lembaga ini dianggap esensial sehingga mereka tetap haru bekerja tanpa bayaran untuk sementara waktu hingga anggaran negara disetujui.

    Dari 245 ribu pekerja, ada 213 pekerja yang dianggap esensial.

    1. Perumahan dan Pengembangan Urban

    Dari 7.500 orang pegawai, hanya 343 orang yang diharapkan tetap bekerja. Sekitar 1000 orang bakal dipanggil untuk bekerja pada tugas tertentu. Bayaran mereka akan dicairkan setelah bujet disetujui.

    Baca:

    1. Dalam Negeri

    Layanan Taman Nasional bakal memiliki sedikit staf yang bekerja. Ini artinya taman nasional tidak akan bukan dan tidak ada pengunjung yang dilayani. Layanan untuk pengunjung seperti toilet, layanan pemeliharaan dan pengumpulan sampah juga berhenti sementara waktu.

    Namun, layanan untuk Patung Liberty dan Ellish Island tetap buka karena negara bagian turun tangan untuk membiayai.

    Baca:

    1. Kantor Eksekutif Presiden

    Ada sekitar 1.100 pekerja dari 1.800 pekerja akan berhenti sementara akibat penutupan pemerintahan. Ini berasal dari kantor Anggaran dan Manajemen, yang membantu Presiden Trump dalam menyusun anggaran dan kebijakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.