Kasus Huawei, Kanada Minta Dukungan Sekutu untuk Menekan Beijing

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Kanada, Chrystia Freeland. Globe and Mail

    Menlu Kanada, Chrystia Freeland. Globe and Mail

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanada berencana melakukan kampanye tingkat tinggi dalam beberapa hari ke depan. Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengatakan kampanye itu untuk menggalang dukungan dari sekutu-sekutunya guna menekan Beijing agar membebaskan dua warga negara Kanada yang ditahan di Cina.

    "Saya akan melakukan kampanye ini dalam beberapa hari ke depan bersama para duta besar Kanada di seluruh dunia untuk berbicara dengan mitra-mitra kami mengenai masalah ini," kata Freeland, seperti dikutip dari reuters.com, Minggu, 23 Desember 2018.

    Baca:Kasus Huawei, Amerika Minta Beijing Bebaskan 2 Warga Kanada

    Michael Kovrig, warga negara Kanada yang ditahan Beijing tak lama setelah penahanan pejabat tinggi Huawei. Sumber: CRISISGROUP/Julie David de Lossy/REUTERS

    Saat ini Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa telah mengekspresikan dukungan mereka bagi Kanada. Dua warga negara Kanada yang ditahan Beijing itu adalah Michael Kovrig, mantan diplomat Kanada dan Michael Spavor seorang penasehat di sebuah lembaga kajian Grup Krisis Internasional atau ICG.

    Cina tidak memberikan penjelasan rinci alasan penahanan Kovrig and Spavor, yang dua-duanya warga negara Kanada. Beijing hanya mengatakan keduanya diduga telah melakukan aktivitas yang bisa membahayakan keamanan Cina.

    Baca: Direktur Huawei Ditangkap, Cina Akui Tahan Warga Kanada Ketiga

    Freeland mengatakan otoritas Beijing tidak secara langsung mengkaitkan penahanan kedua warga negara Kanada itu dengan penahanan Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, pada 1 Desember lalu di Kanda. Namun para analis dan mantan diplomat dari Kanada sangat yakin kasus ini saling berkaitan.

    Sumber mengatakan kepada Reuters, Kovrig, salah satu warga negara Kanada yang ditahan Beijing, tidak diperbolehkan menemui pengacara. Dia di interograsi hampir setiap pagi, siang dan sore. Dia juga tidak boleh mengetahui siang dan malam.

    Freeland sebelumnya pada Jumat, 21 Desember 2018 mengatakan pada Duta Besar Cina untuk Kanada kalau pihaknya mulai waswas dengan kondisi dua warga negara Kanada yang sekarang ditahan Cina. Namun Freeland tidak mau mempublikasi detail pembicaraan tersebut. Kedutaan Besar Cina di Ottawa, Kanada, juga menolak berkomentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.