Demi Keamanan, Misionaris Perempuan Boleh Pakai Celana Panjang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biarawati membawa salib saat ikuti prosesi Jalan Salib Jumat Agung di Durban, Afrika Selatan, 30 Maret 2018. REUTERS / Rogan Ward

    Biarawati membawa salib saat ikuti prosesi Jalan Salib Jumat Agung di Durban, Afrika Selatan, 30 Maret 2018. REUTERS / Rogan Ward

    TEMPO.CO, Jakarta - Gereja Yesus Kristus Orang Suci Akhir Zaman di kota Salt Lake, Utah, Amerika Serikat, menerapkan aturan baru bagi para misionaris perempuan. Pengumuman yang disampaikan pada Kamis, 20 November 2018, menjelaskan misionaris perempuan di gereja itu boleh mengenakkan celana panjang.

    Anggota Dewan Eksekutif misionaris Gereja Yesus Kristus Orang Suci Akhir Zaman, Bonnie H. Cordon, mengatakan keputusan ini diambil semata demi alasan keamanan. Dari total 407 anggota misionaris gereja, separuhnya adalah perempuan yang sekarang sudah boleh memakai celana panjang untuk membantu mereka saat musim hujan dan melindungi dari penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk.

    “Ada banyak penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk dan kutu. Pakaian ini bisa membantu mereka terhindar dari gigitan hewan-hewan itu atau setidaknya meminimalisir risiko,” kata Cordon, seperti dikutip dari english.alarabiya.net, Sabtu, 22 Desember 2018.

    Siervas, sebuah band rock 'n' roll yang anggotanya biarawati Katolik bersiap latihan sebelum tampul dalam pertunjukan di kampus Katedral Kristus di Garden Grove, California, 7 September 2017. Band ini lahir di sebuah biara tiga tahun yang lalu dan mendapatkan sambutan internasional. AP

    Baca: Misionaris AS Tewas Dibunuh Suku Terasing di Pulau Sentinel 

    Menurut Cordon, perubahan dalam hal berbusana ini juga membantu anggota misionaris perempuan tetap hangat di tengah udara dingin dan memudahkan mereka ketika harus mengayuh sepeda. Meski aturan baru ini telah diterbitkan, namun keputusan mengenakkan celana panjang ini dikembalikan lagi pada anggota. 

    “Menggunakan celana panjang hanya opsional. Para biarawati boleh memakai gaun, boleh juga memakai celana panjang, apapun yang membuat mereka nyaman,” kata Cordon.

    Baca: Catatan Terakhir Misionaris AS Sebelum Tewas di Pulau Sentinel 

    Akan tetapi, misionaris perempuan harus tetap memakai rok dan gaun ketika memimpin misa Minggu, memberikan pelayanan baptis atau memimpin jenis pelayanan lainnya. Dieter F. Uchtdorf, Kepala Dewan Eksekutif misionaris Gereja Yesus Kristus Orang Suci Akhir Zaman mengatakan penyesuaian standar berpakaian anggota misionaris perempuan sudah dilakukan sejak 1830 dan pihaknya akan terus melakukan penyesuaian di masa mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.