Donald Trump Ingin Tarik Militer Amerika Serikat dari Suriah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penduduk melintasi deretan gedung yang rusak akibat perang di kamp Yarmouk Palestina, Damaskus, Suriah, Rabu, 10 Oktober 2018. Distrik ini telah berpindah tangan berkali-kali dalam perang Suriah: dari pemberontak, ke militan ISIS, dan kembali ke pasukan pemerintah. REUTERS/Omar Sanadiki

    Penduduk melintasi deretan gedung yang rusak akibat perang di kamp Yarmouk Palestina, Damaskus, Suriah, Rabu, 10 Oktober 2018. Distrik ini telah berpindah tangan berkali-kali dalam perang Suriah: dari pemberontak, ke militan ISIS, dan kembali ke pasukan pemerintah. REUTERS/Omar Sanadiki

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat kemungkinan akan mengakhiri kampanye perang melawan kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah. Sinyalemen ini muncul ketika Presiden Amerika Serikat memutuskan menarik pasukan militer Amerika Serikat dari Suriah, Kamis, 20 Desember 2018.

    Keputusan Presiden Trump itu disayangkan oleh sekutu-sekutu Amerika Serikat, termasuk dari dalam negerinya. Namun Trump tampaknya tidak terpengaruh. Sekarang ini, ada sekitar 2 ribu pasukan Amerika Serikat di Suriah

    Baca: Donald Trump: Kita Telah Mengalahkan ISIS di Suriah

    "Buat apa kita perang di Surah untuk musuh kita dengan cara menempatkan pasukan militer dan membunuh untuk mereka, Rusia, Iran dan pemerintah lokal? Sekarang waktunya fokus pada negara kita dan membawa anak-anak muda kita pulang, tempat dimana mereka seharusnya berada !," kata Trump, seperti dikutp dari Reuters, Jumat, 21 Desember 2018.

    Pejuang dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) berdiri di dekat kuil Uwais al-Qarni yang hancur di Raqqa, Suriah 16 September 2017.[REUTERS / Rodi Said]

    Trump melalui kicauannya mengatakan telah memenuhi janji kampanyenya agar Amerika Serikat meninggalkan Suriah. Sebab posisi Amerika Serikat di Suriah sama dengan bekerja untuk negara-negara lain dan saat ini waktunya bagi negara lain untuk benar-benar bertempur di Suriah.

    Baca: Model dari Malaysia Jadi Anggota ISIS

    Terkait keputusan Presiden Trump tersebut, pemerintah Prancis mengatakan akan tetap mempertahankan pasukan militernya di utara Suriah. Prancis adalah salah satu negara yang mengikuti jejak Amerika Serikat melawan ISIS di Suriah.

    "ISIS belum tersapu dari peta kami, baik itu sampai ke akar-akarnya. Kantong organisasi terorisme terakhir ini harus dikalahkan secara militer," kata Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.