Netanyahu: Israel Punya Rudal yang Mampu Jangkau Seluruh Timteng

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menunjukkan foto gudang atom di Teheran selama pidatonya di sidang Majelis Umum PBB ke-73, di kantor pusat AS, Kamis, 27 September 2018. (AP Photo / Richard Drew)

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menunjukkan foto gudang atom di Teheran selama pidatonya di sidang Majelis Umum PBB ke-73, di kantor pusat AS, Kamis, 27 September 2018. (AP Photo / Richard Drew)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Israel memiliki rudal yang mampu menjangkau segala target di Timur Tengah.

    "Di sini mereka mengembangkan rudal yang mampu menjangkau segala tempat di kawasan itu (Timur Tengah) dan menargetkan mampu apapun," kata Netanyahu selama kunjungan ke Israel Aerospace Industries di Tel Aviv, menurut laporan The Jerusalem Post, 18 Desember 2018.

    Baca: Eks Kepala Mossad: Netanyahu Perintahkan Serang Iran pada 2011

    "Ini adalah kekuatan menyerang negara Israel dan ini sangat relevan untuk segala front kami. Mereka mengembangkan senjata di sini, yang tidak ada di negara manapun," tutur Netanyahu.

    "Ada sekumpulan ide dan orang-orang di sini mengembangkan pertahanan terbaik yang dibutuhkan Israel. Ini termasuk satelit mikro yang bisa menembak dari luar angkasa dan sejumlah rudal seperti yang terlihat di belakang saya. Luar angkasa adalah sektor luas yang sedang dirambah Israel."

    PM Benjamin Netanyahu, selama kunjungan ke fasilitas Israel Aerospace Industries (IAI) 17 Desember 2018.[Times of Israel]

    Pernyataan Netanyahu, yang saat ini juga menyandang menteri pertahanan, dilontarkan sehari setelah dia mengatakan intelijen Israel telah menyusup ke Iran untuk mengumpulkan informasi.

    Menurut laporan Times of Israel, kunjungan PM Netanyahu ke IAI sebagai persiapan peluncuran armada pertama Israel ke luar angkasa, yang jika sukses akan menjadi terobosan baru bagi teknologi Israel.

    Baca: Netanyahu: Indonesia Sangat Penting Bagi Israel, Sehingga...

    Pejabat dari IAI dan SpaceIL mengatakan pesawat antariksa, yang disebut Beresheet atau Genesis, rencananya akan diluncurkan dari Tanjung Canaveral dalam beberapa bulan ke depan, yang diperkirakan pada Februari.

    Beresheet yang berbobot 585 kilogram akan dikirim dengan roket Falcon 9 buatan SpaceX.

    Proyek antariksa Israel ini memakan biaya US$ 95 juta atau Rp 1,37 triliun dengan bantuan dari filantropis atas kerja sama IAI dan SpaceIL.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.