Pembunuh Jamal Khashoggi: Saya Tahu Cara Memotong

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Khashoggi, wartawan senior asal Arab Saudi yang tewas dibunuh pada 2 Oktober 2018. Sumber: POMED/cphpost.dk

    Jamal Khashoggi, wartawan senior asal Arab Saudi yang tewas dibunuh pada 2 Oktober 2018. Sumber: POMED/cphpost.dk

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan salah satu pembunuh Jamal Khashoggi, terdengar mengatakan "Saya tahu cara memotong" pada audio reakaman pembunuhan dibagikan Turki kepada pejabat AS dan Eropa.

    Erdogan juga mengecam Riyadh karena laporannya yang berubah-bah tentang bagaimana Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post dan kritikus terkemuka dari Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, ketika Khashoggi ke konsulat untuk mengambil berkas untuk pernikahannya

    Baca: Pelaku Diduga Kuras Darah Jamal Khashoggi Sebelum Dimutilasi

    "Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Kanada, kami membuat mereka semua mendengarkan. Pria itu dengan jelas mengatakan "Saya tahu cara memotong"," kata Erdogan dalam pidatonya, dikutip dari Dailymail.co.uk.

    "Pria ini adalah seorang tentara. Ini semua dalam rekaman audio." Namun Erdogan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang rekaman itu.

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyapa pendukungnya di Istanbul, Turki, 24 Juni 2018. Kemenangan di atas 50 persen membuat Erdogan tak perlu lagi bertarung di putaran kedua untuk mempertahankan kursi presiden sejak 2014. REUTERS/Alkis Konstantinidis

    Jaksa kepala Istanbul mengatakan Khashoggi dicekik oleh para pembunuhnya di konsulat, sebelum tubuhnya dimutilasi dan dibuang. Hingga kini jenazahnya belum ditemukan.

    Baca: Washington Post Pasang Foto Jamal Khashoggi Satu Halaman, Kenapa?

    Khashoggi berulang kali mengatakan kepada pembunuhnya "Saya tidak bisa bernafas" pada saat-saat terakhirnya, CNN melaporkan pada Senin, mengutip sumber yang mengatakan bahwa mereka telah membaca transkrip terjemahan rekaman audio.

    Arab Saudi mengatakan pangeran Mohammed bin Salman tidak mengetahui pembunuhan Khashoggi.

    Salah satu tersangka pembunuh dalam kasus tewasnya kolumnis Washington Post Jamal Khashoggy adalah dokter Salah al-Tubaigy. Dia pernah belajar di Victorian Institute of Forensic Medicine di Melbourne pada Juni 2015. ABC Net

    Erdogan juga mengkritik klaim Riyadh yang awalnya mengatakan bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat. Namun tunangannya, Hatice Cengiz yang menunggu di luar gedung mengatakan dia tidak pernah muncul.

    "Pangeran berkata Jamal Khashoggi meninggalkan konsulat. Apakah Jamal Khashoggi seorang anak kecil? Tunangannya menunggu di luar," kata Erdogan."Mereka pikir dunia itu bodoh. Bangsa ini tidak bodoh dan ia tahu bagaimana membuat orang bertanggung jawab."

    Baca: Rekaman Percakapan Detik-detik Pembunuhan Jamal Khashoggi

    Para pejabat Turki mengatakan pekan lalu bahwa kantor kejaksaan Istanbul telah menyimpulkan ada kecurigaan kuat bahwa Saud al-Qahtani, seorang pembantu utama untuk Pangeran Mohammed bin Salman, dan Jenderal Ahmed al Asiri, yang menjabat sebagai wakil kepala intelijen asing Arab Saudi, berada di antara perencana pembunuhan Jamal Khashoggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.