Washington Post Pasang Foto Jamal Khashoggi Satu Halaman, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saudi journalist Jamal Khashoggi, named TIME's Person of the Year 2018, is seen on the cover which named journalists, including Maria Ressa, a Filipina journalist, and a pair of Reuters journalists imprisoned by Myanmar's government, as its

    Saudi journalist Jamal Khashoggi, named TIME's Person of the Year 2018, is seen on the cover which named journalists, including Maria Ressa, a Filipina journalist, and a pair of Reuters journalists imprisoned by Myanmar's government, as its "Person of the Year," in this image released from New York, U.S., December 11, 2018. Courtesy Time Magazine/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Washington – Media Washington Post bakal memasang iklan satu halaman penuh pada Jumat, 14 Desember 2018, waktu setempat untuk menarik perhatian dunia internasional terhadap pembunuhan kolumnisnya Jamal Khashoggi.

    Baca:

     

    Iklan ini merupakan bagian dari kampanye iklan besar yang akan digelar mulai awal 2019. Iklan ini akan menampilkan foto jurnalis senior Arab Saudi itu dengan wajah terpancar sinar lilin.

    Ada tulisan di bagian bawah yang berbunyi: “Sebuah kehidupan hilang. Prinsip kebebasan berekspresi bertahan.”

    Baca:

     

    Penerbit Washington Post, Fred Ryan, mengatakan iklan ini merupakan upaya media itu agar ada tindakan berarti untuk mengungkap kasus pembunuhan brutal itu.

    Media Washington Post memasang iklan satu halama dengan gambar jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, untuk mendesak pengungkapan kasus pembunuhan ini. Politico

    “Banyak orang merasa frustrasi dan dikhianati oleh pemerintahan Trump, yang terlihat jelas berupaya menutupi kasus pembunuhan Jamal Khashoggi dan menutupi kegagalannya membela nilai-nilai Amerika,” kata Ryan dalam memo akhir tahun yang dikirimkan kepada karyawan perusahaan media itu seperti dilansir Politico pada Kamis, 13 Desember 2018.

    Baca:

     

    Kasus pembunuhan yang terjadi pada 2 Oktober 2018 ini dilakukan oleh tim pembunuh bentukan Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi. Deputi Kepala Intelijen Arab Saudi, Mayor Jenderal Ahmed al-Asiri. Asiri telah dicopot dari posisinya bersama penasehat bidang siber Saud al  Qahtani.

    Nama Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, disebut-sebut terlibat dalam kasus ini. CIA menyebut Mohammed terlibat dalam pembunuhan ini.

    Namun, Presiden AS, Donald Trump, dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan tidak ada laporan langsung intelijen yang menyebut Mohammed memerintahkan pembunuhan itu. 

    Baca:

     

    Seperti dilansir Anadolu, pemerintah Turki meminta kedua pejabat tinggi ini diekstradisi ke Istanbul untuk menjalani persidangan kasus ini, yang ditolak pemerintah Arab Saudi.

    Dalam memonya, Ryan melanjutkan,"Mereka bisa merasa yakin media Washington Post tidak akan berhenti hingga keadilan ditegakkan terhadap mereka yang memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi, mereka yang melaksanakan dan mereka yang terus menerus berupaya menutup-nutupinya.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.