Online Citizen Singapura Diadili dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Redaktur media The Online Citizen dari Singapura, Xu Yuanchen, dan penulis Daniel De Costa, terkena dakwaan pencemaran nama baik di pengadilan Singapura, Kamis, 13 Desember 2018. Straits Times

    Redaktur media The Online Citizen dari Singapura, Xu Yuanchen, dan penulis Daniel De Costa, terkena dakwaan pencemaran nama baik di pengadilan Singapura, Kamis, 13 Desember 2018. Straits Times

    TEMPO.COSingapura – Redaktur situs sosial dan politik The Online Citizen di Singapura terkena dakwaan melakukan tindak kriminal pencemaran nama baik pada Kamis, 13 Desember 2018.

    Baca:

     

    Ini terkait pemberitaan sebuah artikel yang berisi tuduhan bahwa pejabat tinggi pemerintah Singapura melakukan tindak pidana korupsi.

    Xu Yuanchen, 36 tahun, yang dikenal sebagai Terry Xu, terkena tuduhan pelanggaran hukum ini bersama penulis artikel yaitu Daniel De Costa, 35 tahun.

    De Costa juga terkena tuduhan kedua, seperti dilansir Straits Times,  yaitu melakukan akses tanpa kewenangan ke material komputer atau melanggar Undang-Undang Penyalahgunaan Komputer. De Costa diduga mengakses akun email atas nama Willy Sum dan menyerahkan artikel itu ke TOC.

    Artikel berjudul “The Take Away from Seah Kian Ping’s Facebook Post’ dipublikasikan atas nama Willy Sum. Willy Sum merupakan seorang individu yang bernama Sim Wee Lee atau biasa dipanggil Willy.

    Baca:

     

    Artikel itu dipubikasikan pada 4 September 2018. Salah satu paragrafnya bertuliskan,”Kita telah melihat banyak kesalahan kebijakan, pelanggaran Konstitusi, korupsi di tingkat tertinggi eselon, dan kurangnya penghormatan yang jelas dari negara asing sejak meninggalnya bapak pendiri bangsa Lee Kuan Yew.

    Presiden Singapura yang baru Halimah Yacob (kiri) berjalan bersama Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dan Ketua Hakim Sundaresh Menon saat memasuki ruangan untuk ikuti upacara peresmian menjadi Presiden Singapura di Istana Kepresidenan di Singapura, 14 September 2017. Halimah Yacob menjadi Presiden Singapura yang kedelapan. REUTERS

    Xu diterkena dakwaan pencemaran nama baik anggota kabinet Singapura dengan mempublikasikan tulisan yang diketahui bakal mencemarkan nama baik dan reputasi dari anggota kabinet.

    De Costa dituding mengirim email berjudul “PAP MP Apologises to SDP” ke TOC untuk dipublikasikan Padahal dia mengetahui itu bakal merusak reputasi kabinet pemerintahan Singapura.

    Baca:

     

    De Costa diduga melakukan itu dengan menggunakan akun email Yahoo dari Sim Wee Lee di sebuah warnet di Chinatown. TOC lalu menarik artikel itu setelah Infocomm Media Development Authority mengeluarkan perintah penarikan artikel. Polisi lalu memeriksa rumah dari Xu dan Sim pada 20 November 2018.

    Proses persidangan ini dihadiri aktivis Jolovan Wham dan teman dari Xu dan De Costa. Xu diwakili penasehat hukum Priscilla Chia, dan Eugene Thuraisin mewakili De Costa.

    Hakim Adam Nakhoda menetapkan sidang lanjutan digelar pada 8 Januari 2018. Jika terbukti bersalah dalam kasus pencemaran nama baik, Xu dan De Costa bisa dipenjara hingga dua tahun, terkena denda, atau keduanya.

    Baca:

     

    De Costa bisa terkena dengna 5.000 dolar Singapura atau sekitar Rp53 juta dan hukuman penjara maksimal 2 tahun karena kejahatan komputer. Keduanya tidak menyatakan bersalah dalam kasus ini. Xu mendapat tawaran bebas dengan jaminan jika membayar 5.000 dolar Singapura. Dan De Costa dikenai uang jaminan 10 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp100 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.