Kangguru Kekar Roger Mati, Warga Australia Bersedih

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kangguru kekar Roger, 12 tahun, mati di tempat penangkaran kangguru di Alice Springs, Australia, pada Senin, 10 Desember 2018 waktu setempat. Sky

    Kangguru kekar Roger, 12 tahun, mati di tempat penangkaran kangguru di Alice Springs, Australia, pada Senin, 10 Desember 2018 waktu setempat. Sky

    TEMPO.COAlice SpringsKangguru terkenal dan kekar asal Australia, Roger, mati pada usia 12 tahun di tempat penangkaran Kangaroo Sanctuary di Alice Springs, Austrlia, pada Senin, 10 Desember 2018.

    Baca:

     

    Pengelola penangkaran tidak menjelaskan penyebab Roger mati namun menyebut hari kematiannya sebagai hari yang sangat menyedihkan.

    “Kami kehilangan anak kami yang cantik Roger,” kata Chris Barnes, manajer tempat penangkaran itu, seperti dilansir media Sky pada Senin, 10 Desember 2018.

    Barnes mengatakan dalam video yang diunggah di Facebook bahwa dia sengaja membangun tempat penangkaran itu untuk menampung Roger dan dua pasangannya yaitu Ella dan Abigail. Dia menemukan Roger, yang awalnya dipanggil Joey, pada 20016 setelah induk Roger tewas ditabrak mobil.

    Baca:

     

    Roger tumbuh menjadi Kangguru dewasa yang tinggi dan besar. Tingginya mencapai enam kaki tujuh inci atau sekitar 2 meter dengan berat sekitar 89 kilogram.

    “Pada 2015, Roger menjadi terkenal saat fotonya meremukkan ember kaleng menjadi viral,” begitu dilansir Sky.

    Kangguru Roger dari Alice Springs, Australia. Facebook

    Barnes mengatakan Roger merupakan pejantan utama atau alpha male di tempat penangkaran itu. Dia menjadi Kangguru terkenal yang populer di berbagai negara.

    “Dia akan selalu di sini, kami telah menguburkannya di luar sana, sehingga dia bisa selalu bersama keluarganya,” kata Barnes dengan nada sedih.

    Baca:

     

    Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengirimkan ucapan belasungkawa dan pesan yang positif mengenai Roger.

    Salah satu pengirim pesan, Debbie Radde, mengatakan ‘Banyak air mata tumpah di Australia.”

    Lainnya, Erin Tewksbury, mengatakan,”Dari kecil sebagai Joey yang yatim piatu lalu menjadi kangguru paling terkenal sedunia. Sangat menakjubkan pengaruh cinta.”

    Foto:

     

    Komentar lainnya Kevin Cotton mengatakan,”Saya suka sekali melihatnya berubah dari seekor pejantan utama yang agresif menjadi seekor kangguru dengan perilaku lembut dan gemar beristirahat sambil mengunyah jagung.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.