Militer Rusia Punya Senapan Sniper Baru Gantikan SVD Dragunov

Presiden Rusia Vladimir Putin bersiap-siap mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Rusia akan memiliki senapan sniper baru pertamanya setelah beberapa puluh tahun terakhir. Chukavin sniper rifle, atau SVC, akan menggantikan senapan sniper era Perang Dingin Dragunov SVD.

Menurut laporan Popular Mechanics, 10 Desember 2018, senapan serba modern Chukavin hadir dalam berbagai kaliber, dengan jangkauan maksimum lebih dari 1.600 meter.

Baca: Rusia Jual Murah Peralatan Militernya ke Warga Sipil, Berminat?

Selama beberapa dekade, Angkatan Darat Rusia mengandalkan senapan Dragunov SVD untuk penembak jitu. Diperkenalkan pada 1963, Dragunov adalah senapan semi-otomatis yang dirancang untuk memberikan tembakan yang akurat. Tentara Uni Soviet memproduksi dalam skala besar untuk mengimbangi kurangnya akurasi AK-47.

Senapan sniper SVC dengan laras peluru 7.6251 NATO.[modernfirarms.net]

Setelah runtuhnya Uni Soviet, Angkatan Darat Rusia mewarisi sejumlah besar senjata. Senapan SVD, meskipun bagus menurut standar awal 1960-an, terlampau usang untuk medan perang saat ini. Tentara Rusia membutuhkan senjata penembak jitu baru, dan senjata baru harus memiliki potensi untuk menjadi hit di pasar senjata internasional.

Baca: Militer Rusia Pamerkan Senjata Laser Canggih, seperti Apa?

Chukavin awalnya memulai debutnya di pameran ARMY 2017 di Rusia. Seperti SVD, Chukavin diisi dengan kaliber 7,62x54R, tetapi juga bisa menggunakan kaliber peluru negara Barat yakni 0,308 Winchester dan 338 Lapua Magnum. Versi kaliber Lapua memiliki kisaran jarak efektif pada 1.640 meter. Menurut Army Technology, senjata baru ini menggunakan piston pendek yang dioperasikan dengan rotasi gas, membuat operasi internalnya mirip dengan senapan serbu AK.

Presiden Rusia Vladimir Putin mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

Selain kaliber baru, Chukavin memiliki rel Picatinny pada receiver atas dan pelindung tangan untuk dipasang teropong optik dan alat bantu lainnya. Chukavin juga bisa dipasang dengan bipod serupa dengan Harris bipod buatan AS, cahaya laser, peredam suara, serta lampu senter yang dipasang di barel.

Baca: Mengenal Sniper Perempuan Paling Mematikan Perang Dunia II

Awal tahun ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Kalashnikov Concern, produsen Chukavin, dan menembak beberapa peluru. Senapan sniper Chukavin yang diuji Putin dilengkapi dengan teropong optik Schmidt & Bender buatan Jerman, yang mungkin tidak akan melengkapi senapan standar tentara Rusia karena harganya yang mahal.






Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

9 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

12 jam lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

12 jam lalu

Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

Presiden Putin memecat Wakil Menteri Pertahanan Dmitry Bulgakov digantikan jagal Mariupol Mikhail Mizintsev, yang memimpin pengepungan di Mariupol


Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

13 jam lalu

Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

Melalui Twitter, Pemerintah Ukraina membagikan video dengan konten polisi Rusia yang memukuli dan menangkap orang-orang yang memprotes pemanggilan tersebut.


Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

13 jam lalu

Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

Kazakhstan tidak akan mengakui kemungkinan pencaplokan wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum, meski mereka merupakan mitra Moskow


Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

14 jam lalu

Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjanjikan perlindungan penuh atas wilayah Ukraina yang dicaplok melalui referendum yang dinilai Barat ilegal


Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

15 jam lalu

Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina telah menerima sistem pertahanan udara NASAMS yang canggih dari Amerika Serikat.


Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

20 jam lalu

Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

Sedikitnya 100 orang ditahan karena protes menentang mobilisasi parsial di Dagestan, wilayah selatan Rusia yang penduduknya mayoritas Muslim


Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

21 jam lalu

Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

Rusia berjanji memperbaiki kesalahan dalam pemanggilan mobilisasi wajib militer ke Ukraina, setelah sejumlah lansia dan orang sakit dipanggil bertugas


AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

21 jam lalu

AS: Ada Konsekuensi Bencana jika Rusia Nekat Gunakan Nuklir di Ukraina

Amerika Serikat memperingatkan "konsekuensi bencana" jika Rusia menggunakan senjata nuklir di Ukraina untuk pertahankan wilayah yang dicaplok