Qatar Bantu Bayar Gaji 30 Ribu PNS Gaza yang Hidup Miskin

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Qatar membayar gaji hampir 30 ribu Pegawai Negeri Sipil Gaza untuk membantu mereka yang diselimuti kemiskinan.Sumber: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Qatar membayar gaji hampir 30 ribu Pegawai Negeri Sipil Gaza untuk membantu mereka yang diselimuti kemiskinan.Sumber: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, Jakarta - Qatar membayar gaji hampir 30 ribu Pegawai Negeri Sipil Gaza untuk membantu mereka yang diselimuti kemiskinan. Namun langkah Qatar ini tak membuat gembira seluruh PNS Gaza karena mereka khawatir pada intervensi kekuatan asing dalam kepemimpinan Palestina.

    Dikutip dari Reuters, Sabtu, 8 Desember 2018, ribuan orang mengantre di kantor pos untuk mendapatkan uang gaji mereka. Salah satu kantor pos terlihat dihiasi gambar Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani dan tulisan berbunyi 'terima kasih Qatar'.

    Baca: Tensi di Gaza Memanas, Israel Bombardir Stasiun TV Hamas

    "Jika donasi dari Qatar berhenti, kami akan dihancurkan," kata Ammar Fayyad, 45 tahun, PNS yang harus menghidupi 13 anggota keluarganya.

    Sumber di Palestina mengatakan pembayara gaji ribuan PNS Gaza ini membuat Qatar menggelontorkan dana sekitar US$ 15 juta atau Rp 218 miliar. Uang ini bagian dari uang donasi sebesar US$90 juta atau Rp 1,3 triliun yang dikucurkan Qatar sejak November 2018 dan akan dicairkan secara berangsur-angsur ke Gaza, Palestina, dalam tempo enam bulan.

    Para PNS Gaza telah menjadi sebuah simbol kepahitan dan perselisihan yang berlarut-larut antara dua fraksi paling berkuasa di Palestina, yakni kelompok Gerakan Islam Hamas dan Otoritas Palestina. Hamas menguasai wilayah Gaza dan Otoritas Palestina dikendalikan oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, yang menguasai wilayah Tepi Barat.

    Baca: Rabi Israel Peringatkan Perang Gaza Pertanda Ramalan Hari Kiamat

    Para PNS itu direkrut oleh Hamas setelah kelompok itu memenangkan pemilu secara tak terduga pada 2006 silam. Setahun kemudian, Hamas menguasai Gaza secara militer. Kondisi ini telah membuat Hamas mewarisi PNS dari Abbas.

    Namun setelah blokade Israel selama bertahun-tahun, peperangan dan kegagalan upaya rekonsiliasi, pundi-pundi keuangan Hamas pun semakin menipis.

    Hamas nyaris tak mampu membayar karyawannya sendiri dan Presiden Abbas menolak menjadi sebuah bola politik. Abbas berstrategi menekan Hamas agar mau kembali ke meja perundingan dengan cara memangkas gaji dan mempensiunkan dini para PNS sehingga hal ini memperburuk kondisi ekonomi di Gaza.

    Wasel Abu Youssef, PNS yang pro-Presiden Abbas mengatakan dengan melangkahi Abbas dan mengirimkan uang ke Gaza, Qatar akan menjadi sebuah titik harapan bagi mereka yang ingin memperpanjang perselisihan antar kedua kubu ini.

    Qatar sebelumnya mengatakan intervensi yang mereka lakukan semata untuk meredakan kondisi di Jalur Gaza yang masyarakatnya hidup miskin dan ingin memulihkan stabilitas di wilayah itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.