Korea Selatan Beri Subsidi Rp 4 Juta agar Pasangan Mau Punya Anak

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi anak makan (pixabay.com)

    ilustrasi anak makan (pixabay.com)

    TEMPO.COSeoul – Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan kebijakan untuk membalik tren angka kelahiran di negara itu, yang tercatat paling rendah di dunia. Pemerintah menawarkan sejumlah kemudahan bagi para orang tua yang ingin memiliki anak.

    Baca:

     

    “Paket ini fokus untuk memberi harapan kepada orang – orang yang berusia 20 – 40 tahun dan untuk memastikan kualitas hidup mereka tidak menurun ketika mulai menikah dan memiliki anak,” kata Kim Sang-hee, wakil ketua dari satuan tugas yang dibentuk Presiden Moon Jae-in, untuk menangani rendahnya tingkat kelahiran, seperti dilansir Channel News Asia pada Jumat, 7 Desember 2018.

    Pemerintah bakal memberikan subsidi bagi setiap anak sebanyak US$270 atau sekitar Rp4 juta per bulan. Penerima subsidi ini diperluas hingga 10 persen keluarga terkaya, yang sebelumnya dikecualikan.

    Baca:

     

    Pemerintah juga membuat ketentuan, keluarga yang memiliki anak berusia di bawah 8 tahun bakal bisa bekerja satu jam lebih sedikit setiap harinya agar bisa mengurus anaknya lebih baik.

    Pemerintah juga memperpanjang masa cuti berbayar dari tiga hari menjadi 10 hari bagi para karyawan. Saat ini, hanya 13 persen dari pria Korea Selatan yang mengambil cuti ini.

    Banyak yang merasa khawatir jika mengambil hak cuti berbayar ini maka komitmen mereka pada kerjaan akan dinilai kurang.

    Baca:

     

    Selain itu, pemerintah juga bakal membangun lebih banyak sarana perawatan anak atau daycare serta taman kanak-kanak di berbagai tempat agar 40 persen dari total anak-anak bisa menggunakannya.

    Saat ini, tingkat kelahiran anak untuk setiap perempuan Korea Selatan turun di bawah 0.95 pada kwartal ketiga tahun ini. Ini pertama kalinya penurunan di bawah 1 dan jauh di bawah angka target 2.1 untuk mempertahankan stabilitas.

    Baca:

     

    Menurut media Korea Herald, jumlah bayi yang lahir pada September 2018 turun 4000 menjadi 26.100 orang atau turun 13.3 persen seperti dicatat Statistic Korea. Sedangkan jika dihitung selama sembilan bulan pertama tahun ini, jumlah kelahiran bayi turun 9.2 persen di Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.