CEO Boeing: Pesawat Kami Aman

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dennis Muilenburg, CEO Boeing. Sumber: intelligent-aerospace.com

    Dennis Muilenburg, CEO Boeing. Sumber: intelligent-aerospace.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Boeing memastikan pesawat jenis 737 MAX buatan produsen pesawat terbang itu, aman. Pernyataan itu untuk menjawab tekanan dari otoritas Indonesia dan India agar dilakukan lebih banyak pelatihan simulator bagi Boeing 737 MAX bagi para pilot menyusul musibah jatuhnya pesawat Lion Air jenis Boeing JT 160.      

    “Saya sangat yakin dengan keamanan 737 MAX. Kami tahu pesawat-pesawat kami aman. Kami tidak mengubah filisophi rancangan kami,” kata CEO Boeing, Dennis Muilenburg, dalam wawancara dengan CNBC, Kamis, 6 Desember 2018. 

    Pernyataan Muilenburg itu disampaikan pada hari yang sama ketika regulasi penerbangan India mengatakan para pilot yang menerbangkan pesawat Boeing 737 MAX harus mendapat pelatihan simulator. Pelatihan ini untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan seperti yang terjadi pada penerbangan Lion Air JT 160 yang jatuh ke laut. Selain India, hal sama juga dituntut oleh Kementerian Transportasi Indonesia, yang akan segera menerbitkan aturan baru adanya kebutuhan melakukan pelatihan simulator.

    Pesawat Boeing 737 MAX adalah versi terbaru pesawat jet buatan Boeing yang memiliki teknologi keamanan penumpang.    

    Baca: Sistem Rusak, Lion Air JT 610 Dipandu karena 'Terbang Buta'  

    Tim KNKT mengambil gambar bagian turbin bagian pesawat Lion Air JT 610 di posko Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 4 November 2018. Pesawat Lion Air mengangkut 189 penumpang dan awaknya. TEMPO/Amston Probel

    Dikutip dari asiaone.com, Jumat, 7 Desember 2018, Boeing mengatakan prosedur kokpit yang telah diterapkan dalam penerbangan-penerbangan sebelumnya sudah ada untuk mengantisipasi masalah yang muncul saat penerbangan, salah satunya seperti yang dialami penerbangan Lion Air JT 160.

    Otoritas penerbangan Amerika Serikat pun angkat suara dengan mengatakan Boeing telah mengevaluasi kemungkinan memperbaiki sebuah software setelah derasnya komplain karena dinilai tidak menjelaskan perubahan sistem otomatis dalam pengendalian manual untuk Boeing jenis 737 MAX. Boeing adalah produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat.         

    Lion Air sebelumnya mengkonfirmasi telah mempertimbangkan rencana pembatalan pembelian pesawat Boeing 737 MAX setelah pesawat serupa yang dibeli Lion Air jatuh di laut Jawa pada 29 Oktober 2018 dan menewaskan 189 orang. Tim investigasi saat ini sedang memfokuskan kemungkinan sistem anti-stall baru yang diduga telah berulang kali menarik hidung pesawat Lion Air JT 160 ke bawah.

    Baca: CVR Lion Air JT 610 Belum Ditemukan, KNKT: Cari dengan Kapal Baru  

    Lion Air, sebuah perusahaan penerbangan swasta asal Indonesia, telah memesan 190 pesawat buatan Boeing senilai US$22 miliar atau Rp 318 triliun yang sekarang ini siap dikirim. Lion Air adalah salah satu kustomer Boeing terbesar. Berbeda dengan Lion, sejumlah kustomer Boeing, termasuk maskapai besar asal Amerika Serikat, yakin pesawat buatan Boeing aman.      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.