Etnis Hui Cina Berlatih Gulat dengan Banteng, seperti Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa Kung Fu menunjukkan kemampuan bergulat melawan banteng dengan memuntir kepala hewan itu hingga jatuh di lapangan pada Kamis, 6 Desember 2018. Reuters via Daily Mail

    Seorang siswa Kung Fu menunjukkan kemampuan bergulat melawan banteng dengan memuntir kepala hewan itu hingga jatuh di lapangan pada Kamis, 6 Desember 2018. Reuters via Daily Mail

    TEMPO.COZhejiang – Jago Kung Fu Ren Ruzhi berlatih gulat melawan seekor banteng beberapa kali sepekan untuk melatih kekuatannya.

    Baca:

     

    Banteng itu memiliki sekitar bobot lima kali dari tubuhnya atau sekitar 400 kilogram. Namun, Ruzhi tidak pernah terluka selama latihan.

    Menurut dia, berlatih melawan banteng menyenangkan. “Itu menyimbol keberanian seorang pria,” kata Ruzhi kepada Reuters seperti dikutip Daily Mail pada Kamis, 6 Desember 2018.

    Ruzhi, yang tinggal di daerah Jiaxing, Provinsi Zhejiang, merupakan keturunan dari komunitas Muslim etnis minoritas Hui.

    Foto:

     

    Bergulat melawan banteng, yang menjadi tradisi etnis ini, semakin mendapat perhatian dari kalangan penggemar Kung Fu dan juga turis.

    Ren Ruzhi melatih kemampuan bergulat denga banteng di sekolah Kung Fu di Jiaxing, Zhejiang.

    Gulat itu dimulai dengan Ruzhi berhadapan dengan banteng. Ruzhi berusaha memegang tanduk hewan itu, yang akan memberontak dan mencoba menanduk.

    Baca:

     

    Ruzhi harus mengontrol gerakan tanduk itu sambil memegangnya erat-erat. Agar banteng itu kalah, Ruzhi harus memutar kepala banteng hingga mendongak ke kiri atau kanan.

    Jika itu terjadi, hewan itu akan terjatuh dan keduanya terguling di lapangan tanah berpasir.

    Olah raga bergulat dengan banteng ala Hui ini berbeda dengan olah raga banteng di Spanyol, yang menggunakan pedang.

    Video:

     

    “Ini merupakan kontes kekuatan antara kekuatan banteng melawan kekuatan manusia. Ada banyak keterampilan yang dibutuhkan dan bisa berbahaya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.