Petisi Online Staf Ted Baker Tuntut CEO Hentikan Pelukan Paksa

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri sekaligus CEO Ted Baker, Ryan Kelvin. [NEW YORK POST DAILY]

    Pendiri sekaligus CEO Ted Baker, Ryan Kelvin. [NEW YORK POST DAILY]

    TEMPO.CO, Jakarta -Lebih dari 200 karyawan perusahaan ritel fashion ternama asal Inggris, Ted Baker menuntut pendiri sekaligus CEO perusahaan itu, Ray Kelvin, berhenti melakukan pelukan paksa yang mengarah pada pelecehan seksual.  

    Tuntutan itu disampaikan dalam bentuk petisi online yang isinya mereka mendesak perusahaan mengakhiri budaya pelukan paksa oleh CEO dan pendiri Ted Baker.

    Dilansir dari CNN, 3 Desember 2018, pola pelecehan seksual Kelvin terdokumentasi dengan baik, namun perusahaan Ted Baker dianggap menutup mata mengenai perilaku Kelvin.

    Baca: Murid Perempuan di Inggris Makin Banyak Alami Pelecehan Seksual

    “Sekarang saatnya untuk memecah keheningan tentang budaya memeluk dilakukan oleh Kelvin,” tulis seorang pembuat petisi.

    “Saya melihat CEO meminta anggota staf perempuan muda untuk duduk di pangkuannya, memeluknya, atau membiarkan dia memijat telinga mereka. Saya pergi ke HRD dengan keluhan dan diberi tahu ‘Itulah Ray’, tulis seseorang dalam petisi itu.

    Sementara para penulis petisi lain mengatakan ada banyak hal positif bekerja di Ted Baker tetapi mereka sering dibayang-bayangi oleh pelukan dan sentuhan.

    Perusahaan menanggapi dalam sebuah pernyataan bahwa Kelvin menyapa banyak orang yang ia temui dengan pelukan, baik itu pemegang saham, investor, pemasok, mitra, pelanggan, atau rekan kerja.

    Baca: 7 Kasus Pelecehan Seksual Terbesar Gereja Katolik

    "Pelukan telah menjadi bagian dari budaya Ted Baker, tetapi sama sekali tidak dipaksakan. Sementara klaim yang dibuat sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai bisnis kami dan orang-orang dari CEO kami, menganggapnya sangat serius dan akan memastikan bahwa penyelidikan independen menyeluruh akan dilakukan," kata perusahaan itu.

    Namun tidak ada komentar langsung dari Kelvin yang memiliki sekitar 35 persen perusahaan menurut data Refinitiv Eikon dikutip dari Reuters, 3 Desember 2018.

    Kelvin, 62 tahun, telah mengembangkan merek Ted Baker dan menjadi chief executive sejak peluncuran perusahaan pada 1988.

    Baca: PM Australia Minta Maaf ke 15 Ribu Korban Pelecehan Seksual

    Ted Baker sebagai merek klasik Inggris tersebut telah membuka toko pertamanya di Glasgow pada tahun 1988 dan sekarang memiliki 544 gerai di seluruh dunia. Mereka menjual gaya hidup global yang menawarkan pakaian pria, pakaian wanita, aksesoris lainnya.

    Menurut Sunday Times tahun ini, Kelvin memiliki kekayaan sebanyak £ 522 juta atau setara dengan US$ 666 juta. Ia menempati  peringkat 244 orang terkaya di Inggris.

    Munculnya petisi online ratusan karyawannya tentang pelukan paksa yang mengarah pada pelecehan seksual telah berdampak pada jatuhnya nilai saham Ted Baker.

    REUTERS I CNN I SUNDAY TIMES MIS FRANSISKA DEWI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.