Tak Diberi Cukup Saos Tomat, Manajer McDonald's Kena Bogem

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi waralaba McDonalds  REUTERS/Yves Herman

    Ilustrasi waralaba McDonalds REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Jakarta - Mayra Berenice Gallo, 24 tahun, seorang perempuan dari California, Amerika Serikat, ditahan karena memukul dan mencekik seorang manajer di restoran cepat saji, McDonald’s. Tindak kekerasan itu dilakukan karena Gallo kecewa tak diberikan cukup saos tomat untuk makanan yang dipesannya. 

    Kepolisian setempat menjelaskan tindak kekerasan yang dilakukan pelanggan McDonald’s itu terjadi pada 27 Oktober lalu. Gallo melakukan pembelian lewat drive-through di gerai McDonald’s di kota Santa Ana.

    Saat permintaan Gallo tak dipenuhi, dia menjadi marah dan menyerbu masuk ke restoran melalui pintu masuk karyawan. Dia mendorong dan mencekik korban setelah diberitahu dia tidak boleh berada di raungan khusus karyawan tersebut. 

    "Dia marah karena dia tidak mendapat cukup saus tomat," kata Anthony Bertagna, Juru bicara Kepolisian California, seperti dikutip asiaone.com, Senin, 3 Desember 2018.

    Baca: Ulang Tahun Big Mac ke 50, McDonald's Rilis Mata Uang MacCoin

     

    Restoran McDonald's di dekat St Peter's Square. theguardian.com

    Baca: Pelanggan Bisa Pesan McDonalds dengan Teknologi Layar Sentuh 

    Insiden penyerangan itu terekam. 

    Penyerangan terhadap manajer McDonald’s berakhir setelah seorang laki-laki yang sedang menemani Gallo menariknya pergi. Gallo pada Selasa, 27 November 2018, ditahan setelah polisi menerima masukan dari masyarakat.

    Dia ditahan atas tuduhan telah melakukan penyerangan. Bertagna mengatakan pihaknya prihatin karena kejadian penyerangan seperti ini sebetulnya telah menjadi hal yang sering terjadi. 

    Sebelum kejadian penyerangan oleh Gallo terhadap manajer McDonald’s, Kepolisian California juga telah menahan seorang laki-laki di gerai 7-Eleven yang mencoba membeli sekantong kacang almond M&M tetapi kartu kreditnya tidak berfungsi. Laki-laki itu menjadi marah dan mengobrak-abrik toko.      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.